Batu – Suasana haru menyelimuti keluarga besar Program Studi Pendidikan Dokter (PSPD) Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Jumat (1/5/2026) malam. Ratusan civitas akademika, mulai dari dosen, staf, hingga rekan sesama mahasiswa, bersatu dalam satu ruang virtual untuk menggelar doa bersama dan tahlil, mengenang kepergian salah satu mahasiswa terbaik, Ibra Setiawan, angkatan 2024.
Kabar duka yang diterima pada siang hari, tepatnya pukul 13.00 WIB, sungguh mengejutkan seluruh pihak. Almarhum dinyatakan wafat pada pukul 11.47 WIB. Kejadian yang begitu mendadak ini meninggalkan duka yang teramat dalam bagi seluruh keluarga besar FKIK UIN Malang.
Dalam sambutannya yang sarat akan rasa haru, Ketua Program Studi PSPD, Dr. drg. Risma Aprinda Kristanti, M.Si., menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam. Beliau menceritakan kembali upaya maksimal yang telah dilakukan pihak kampus saat almarhum mendapatkan perawatan medis awal di Rumah Sakit Karsahusada. Bahkan, berkat koordinasi cepat dari Ibu Dekan, almarhum sempat mendapatkan penanganan lebih intensif di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang.
“Kami telah mengupayakan yang terbaik, melalui koordinasi lintas sektoral di fakultas hingga bantuan medis intensif di RSSA. Namun, ketetapan Allah SWT adalah mutlak. Kami melepas kepergian Ibra dengan rasa bangga atas sosoknya yang dikenal sebagai mahasiswa berdedikasi tinggi,” ungkap Dr. Risma di sela sambutannya.
Dr. Risma pun menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak—para dosen, staf kependidikan, serta teman-teman mahasiswa—yang telah menunjukkan solidaritas luar biasa sejak almarhum dirawat hingga prosesi doa bersama malam itu. Beliau menegaskan bahwa kekuatan persaudaraan di lingkungan FKIK adalah hal yang sangat berharga di masa sulit seperti ini.
“Terima kasih kepada seluruh keluarga besar FKIK yang telah memberikan dukungan moral dan tenaga tanpa henti. Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan ketabahan dan kekuatan iman yang luar biasa dalam menerima takdir-Nya,” tambah beliau.
Inti dari kegiatan malam itu adalah pelaksanaan tahlil bersama, memanjatkan doa agar almarhum Ibra Setiawan mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya, husnul khatimah, dan segala amal ibadahnya diterima oleh Allah SWT.
Di akhir sambutannya, Dr. Risma menyampaikan imbauan penting bagi seluruh mahasiswa PSPD. Beliau mengajak mahasiswa untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan, terutama dalam menjaga keselamatan diri saat berkendara. Beliau menekankan bahwa dalam setiap langkah dan aktivitas akademis, ikhtiar yang maksimal harus selalu dibarengi dengan doa dan kepasrahan kepada Allah SWT.
“Jadikan peristiwa ini sebagai pengingat bagi kita semua untuk selalu berhati-hati dan menjaga keselamatan. Mari kita jadikan semangat belajar almarhum sebagai motivasi bagi kita untuk terus berprestasi dan memberi manfaat bagi sesama,” tutupnya dengan doa penutup yang menggetarkan hati seluruh peserta yang hadir.
Semoga almarhum mendapatkan surga terbaik di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan senantiasa berada dalam lindungan-Nya.





