Forum Dekan Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI) Tahun 2026 diselenggarakan di Sorong, Papua Barat, bertempat di Universitas Papua. Kegiatan yang berlangsung selama empat hari, Jumat–Senin (30 Januari–2 Februari 2026) ini menjadi forum strategis bagi para pimpinan fakultas kedokteran se-Indonesia untuk menyelaraskan arah dan kebijakan pendidikan kedokteran nasional. Forum Dekan AIPKI 2026 mengusung tema “Membangun Fondasi Dokter Indonesia Menuju Mutu Global, Kurikulum Relevan, dan Sistem Kesehatan Akademik yang Kuat”. Tema tersebut menegaskan urgensi penguatan mutu pendidikan kedokteran yang adaptif terhadap kebutuhan sistem kesehatan, tantangan kewilayahan, serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Papua dan dilanjutkan dengan rangkaian acara pembukaan serta gala dinner yang dihadiri oleh Gubernur Papua Barat Daya. Dalam sambutannya, Gubernur Papua Barat Daya menyampaikan apresiasi atas peran AIPKI dalam mendorong penguatan dan pemerataan mutu pendidikan kedokteran, khususnya di kawasan Indonesia Timur. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara institusi pendidikan, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan sektor kesehatan.

Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang turut berpartisipasi aktif dalam forum ini melalui kehadiran Prof. Dr. dr. Yuyun Yueniwati P.W., M.Kes., Sp.Rad(K) selaku Dekan FKIK, serta dr. Alvi Milliana, M.Biomed selaku Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan (AUPK). Kehadiran pimpinan FKIK UIN Malang merupakan bentuk komitmen institusi dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan kedokteran dan kesehatan di tingkat nasional.

Dalam wawancaranya, Prof. Yuyun menyampaikan bahwa Forum Dekan AIPKI 2026 memberikan banyak pembelajaran strategis, khususnya terkait penguatan kurikulum dan sistem kesehatan akademik. Ia menegaskan bahwa pendidikan kedokteran tidak dapat dipisahkan dari dinamika dan kebutuhan sistem kesehatan nasional maupun daerah. Oleh karena itu, pengembangan kurikulum harus berbasis kompetensi, kontekstual, serta berorientasi pada kebutuhan pelayanan kesehatan dan masyarakat.
Lebih lanjut, Prof. Yuyun menjelaskan bahwa kurikulum pendidikan kedokteran tidak hanya dituntut memenuhi standar regulasi dan akreditasi, tetapi juga harus mampu menghasilkan lulusan yang relevan, berdaya saing, dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Penguatan pemahaman ini menjadi landasan penting bagi FKIK UIN Malang dalam melakukan evaluasi dan penyempurnaan kurikulum ke depan.

Sementara itu, Wakil Dekan Bidang AUPK FKIK UIN Malang, dr. Alvi Milliana, M.Biomed, menyoroti pentingnya penguatan Sistem Kesehatan Akademik sebagai tindak lanjut hasil forum. Menurutnya, sistem kesehatan akademik membuka peluang besar dalam memperkuat dukungan sistem kesehatan daerah, khususnya wilayah Kota Batu dan sekitarnya, melalui integrasi FKIK, Rumah Sakit Pendidikan (RSKH), dan pemerintah daerah. Hal ini sejalan dengan program Kampus Berdampak yang dicanangkan oleh Rektor UIN Malang.
Dr. Alvi menjelaskan bahwa penguatan tridarma perguruan tinggi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat akan berkontribusi langsung pada peningkatan mutu layanan kesehatan, kualitas pendidikan, serta pengembangan riset dan inovasi yang aplikatif. Dengan sistem kesehatan akademik yang kuat, diharapkan dapat terwujud pendidikan yang bermutu, layanan kesehatan yang berkualitas, serta kebijakan kesehatan yang lebih tepat sasaran.
Forum Dekan AIPKI 2026 juga menegaskan pentingnya paradigma penjaminan mutu yang berorientasi pada dampak dan perbaikan berkelanjutan. Mutu pendidikan kedokteran tidak hanya diukur dari kelengkapan dokumen, tetapi dari kinerja lulusan, kontribusi institusi terhadap sistem kesehatan, serta kebermanfaatannya bagi masyarakat luas.

Menutup rangkaian kegiatan, Prof. Yuyun menyampaikan harapannya agar hasil Forum Dekan AIPKI 2026 dapat mendorong sinergi yang lebih kuat antara FKIK UIN Malang, rumah sakit pendidikan, dan pemerintah daerah. Sejalan dengan amanat Presiden Republik Indonesia dan Gubernur Jawa Timur, FKIK UIN Malang bersama RSKH dan rumah sakit jejaring lainnya diharapkan dapat berkolaborasi dalam pengembangan Program Studi Spesialis. Melalui langkah tersebut, FKIK UIN Malang berkomitmen untuk melahirkan lulusan yang unggul, berkualitas, dan terdistribusi sesuai dengan kebutuhan wilayah, sekaligus memberikan dampak nyata bagi penguatan sistem kesehatan nasional.
Kontributor: Ria Najja Nila Nafi’ah (PSSF 23) & Rizki Maulana Akbar (PSSF 24)





