Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang terus menunjukkan perkembangan signifikan sebagai kampus unggulan di bawah naungan Kementerian Agama Republik Indonesia. Pembangunan fasilitas yang masif, penguatan akademik, serta komitmen terhadap kelestarian lingkungan menjadi bukti nyata transformasi kampus menuju pusat peradaban Islam yang modern dan berdaya saing global. Hal ini ditegaskan dalam kunjungan Menteri Agama Republik Indonesia ke Gedung Ar-Rahim Kampus 3 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang pada Minggu, 8 Februari 2026. Kunjungan menteri agama ke UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam rangka “Penyerahan Rekor MURI oleh Lembaga Muri dan Ground Breaking Edupark oleh Menteri agama RI”.

Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., CAHRM., CRMP, menegaskan bahwa pengembangan kampus dilakukan secara terencana dan berkelanjutan. Dari total luas lahan sekitar 99 hektar, baru sekitar 33 hektar yang dimanfaatkan untuk pembangunan gedung, sementara sisanya tetap difungsikan sebagai ruang terbuka hijau. Komitmen terhadap lingkungan diwujudkan dengan penanaman sekitar 4.500 pohon, yang secara rutin dilakukan setiap tahun bersama dosen dan mahasiswa.”Kampus ini tidak hanya dipenuhi bangunan beton, tetapi juga dirancang sebagai ruang yang ramah lingkungan dan berkelanjutan,” ujar Prof. Ilfi dalam sambutannya.
Di kawasan Kampus Ar-Rahim, telah berdiri lima gedung utama yang menjadi pusat aktivitas akademik. Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) juga mencatat prestasi membanggakan dengan meraih akreditasi unggul pada tiga program studinya. Ke depan, UIN Malang menargetkan pembukaan program pendidikan dokter spesialis serta pendirian rumah sakit pendidikan yang tidak hanya menjadi sarana pembelajaran, tetapi juga dapat diakses luas oleh masyarakat.
Sebagai kampus kebanggaan Kementerian Agama, bangunan megah yang berdiri diharapkan menjadi simbol peradaban Islam modern. Reputasi UIN Malang juga telah diakui secara internasional dengan kehadiran sekitar 270 mahasiswa asing dari 42 negara. Capaian ini menjadi modal penting untuk meningkatkan kontribusi kampus di tingkat nasional maupun global.
Prof. Ilfi menegaskan bahwa perguruan tinggi keagamaan Islam negeri tidak kalah dengan perguruan tinggi di bawah kementerian lain. “UIN Malang tidak hanya mencetak dokter, insinyur, atau tenaga profesional, tetapi juga melahirkan calon pemimpin masa depan yang bertakwa, beriman, dan berakhlak mulia,” tegasnya.

Apresiasi terhadap capaian UIN Malang juga disampaikan oleh Kepala Badan Penelitian, Pengembangan, Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Amien Suyitno, M.Ag. Menurutnya, dari 58 PTKIN di Indonesia, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang termasuk salah satu yang terbaik dari sisi fasilitas. Pencapaian tersebut merupakan hasil proses panjang sejak masa STAIN hingga berkembang menjadi Universitas seperti saat ini.
Beliau menekankan pentingnya kebersamaan dan sinergi antara unsur akademik dan non-akademik dalam menjaga keberlanjutan pengembangan kampus. Selain itu, kekhasan UIN Malang sebagai kampus berbasis ma’had al-jamiah dinilai sebagai fondasi kuat dalam membentuk mahasiswa yang unggul secara akademik sekaligus berkarakter.“Penguatan ma’had diharapkan mampu menciptakan suasana kampus yang salaf dengan nilai kasih sayang, kebersamaan, dan kebermanfaatan,” ungkapnya.

Sementara itu, Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., menyampaikan bahwa kampus harus menjadi ruang yang indah untuk masa depan hingga menjadi kenyataan. Beliau menilai Kota Malang sebagai lokasi strategis yang jauh dari hiruk pikuk politik, sehingga kondusif untuk pengembangan pendidikan tinggi. Beliau berharap UIN Malang ke depannya memiliki kekhususan bagi mahasiswa asing dan berkontribusi menjadikan Indonesia sebagai episentrum pendidikan Islam dunia. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya dituntut memahami Al-Qur’an dan hadis, tetapi juga melahirkan kecendekian yang berdampak nyata bagi masyarakat.
“Tidak semua intelektual mampu memberi dampak, tetapi cendekia adalah ilmuwan yang menghadirkan manfaat,” tegasnya. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga lingkungan, bersahabat dengan alam, serta memahami alam sebagai ayat-ayat Allah. Meneladani Malik Ibrahim, kawasan kampus harus dijaga kesuciannya dan dibangun dengan gagasan-gagasan baru yang lahir dari keberanian berpikir dan berijtihad secara benar.

Lembaga MURI secara resmi menyerahkan rekor kategori Kampus dengan Desain Berlafadz “Ar-Rahim” kepada Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, yang turut didampingi langsung oleh Menteri Agama RI. Kunjungan Menteri Agama ke UIN Maulana Malik Ibrahim Malang disertai dengan agenda Ground Breaking Edupark di kawasan kampus 3. Secara simbolis, menteri agama ikut serta dalam penanaman pohon durian di kawasan kampus 3.

Dengan berbagai capaian dan visi besar tersebut, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang terus memantapkan diri sebagai role model pengembangan pendidikan tinggi Islam yang unggul, berkarakter, dan berkontribusi bagi peradaban dunia.
Kontributor: Ria Najja Nila Nafi’ah (PSSF 23) & Ahmad Khidir Afandi (PSPD 23)





