
Malang, 17 Juli 2025 — Suasana khidmat menyelimuti Grand Hall Hotel Mercure Mirama, Kamis pagi. Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menggelar prosesi Sumpah Dokter periode ke-8 bagi 38 lulusan Program Studi Pendidikan Profesi Dokter. Momen sakral ini menandai resmi lahirnya dokter-dokter baru yang siap mengabdi sebagai insan ulul albab.

Prosesi diawali dengan kirab para pimpinan fakultas yang berjalan anggun, dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan kelulusan dan ikrar sumpah oleh seluruh dokter baru. Untuk pertama kalinya, jumlah peserta sumpah mencapai angka tertinggi sejak program ini diselenggarakan di FKIK UIN Malang yakni sebanyak 38 dokter. Prosesi sumpah okter periode ke-VIII ini dihadiri oleh Direktur RSJ dr. Radjiman wediodiningrat Lawang dr. Yuniar, Sp.KJ, Direktur RSUD Kota Malang yang diwakili oleh Jetty Silviani, S.K.M., M.M, Wakil Direktur RSUD Karsa Husada Batu dr. Benny Marcel Pandango, Sp.OG, K, Kepala Dinas Kesehatan Kota Batu yang diwakili oleh dr Icang Sarrazin selaku Kepala Bidang Pelayanan Pembiayaan dan Sumber Daya Kesehatan, Ketua Ikatan Dokter Indonesia Malang Raya dr. Sasmoyo Widito, Sp. JP(K), Ketua Komite Koordinasi Pendidikan RSUD Karsa Husada Batu, dr Indra Wahyu Saputra Sp. JP.

Usrin Amirawati sebagai perwakilan dokter baru dalam pidatonya menyampaikan bahwa menjadi dokter bukan sekadar menjalani profesi, melainkan merupakan amanah besar yang harus dijalani dengan tanggung jawab. “Tantangan kami di dunia kedokteran tidaklah mudah perkembangan ilmu yang begitu cepat, kompleksitas kasus, dan keterbatasan sistem adalah realitas yang akan kami hadapi. Namun, saya percaya dengan semangat belajar dan dedikasi, kami bisa menjadi bagian dari harapan masyarakat,” ungkapnya. Ia juga menutup sambutan dengan kutipan, “Wherever the art of medicine is loved, there is also a love for humanity.”
Sementara itu, Prof. Dr. dr. Yuyun Yueniwati, M.Kes., Sp.Rad(K), selaku dekan FKIK UIN Malang menekankan pentingnya menjunjung tinggi nilai etika dan tanggung jawab profesi. “Jangan pernah berhenti belajar karena Dokter adalah pembelajar seumur hidup. Kalian telah menandatangani kontrak moral untuk terus tumbuh dan memberi manfaat bagi umat,” pesannya
Salah satu momen mengharukan datang dari dokter lulusan terbaik periode ini. dr. Alvina Nindy Fananni sebagai lulusan dengan predikat nilai cbt UKMPPD tertinggi 93.33 mengungkapkan rasa haru dan bangganya karena bisa mempersembahkan pencapaian ini untuk orang tuanya, terutama almarhum ayah yang sangat menginginkan dirinya menjadi dokter “Aku yakin almarhum ayah pasti bangga di sana,” ujarnya. Ia juga membagikan tips persiapan UKMPPD kepada adik tingkat agar tidak malas belajar dan memanfaatkan berbagai bimbingan belajar yang tersedia, karena setiap bimbingan belajar memiliki kekuatan materi masing-masing. Selain itu terdapat lulusan terbaik lainnya yakni dr. Aprilia Mawardani sebagai lulusan dengan predikat nilai OSCE UKMPPD tertinggi dengan nilai 95.23 serta dr. Alvina Nindy Fananni dan dr. Vivian Fahmanisa Nur Fatharani sebagai lulusan dengan predikat IPK tertinggi 3,85
Benny Marcel Pandango, Sp.OG, K selaku Wakil Direktur RSUD Karsa Husada Batu menyampaikan bahwa menjadi dokter adalah tugas mulia yang tidak dimiliki semua orang. “Dokter adalah perpanjangan tangan Tuhan untuk menyampaikan kesehatan dan kesejahteraan. Amanah ini tidak ringan, tapi sangat mulia,” ujarnya. Ia juga menegaskan bahwa pihak rumah sakit siap memperkuat peran pembimbingan koas khususnya dalam menghadapi UKMPPD periode selanjutnya.
Senada dengan itu, dr. Iwal Reza Ahdi, Sp. PD, FINASIM selaku ketua prodi Profesi Dokter pun menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian lulusan. “Sumpah dokter tahun ini istimewa, bukan hanya karena jumlahnya terbanyak, tetapi karena kualitas dan semangat mereka luar biasa. Semoga dokter-dokter baru ini membawa nama baik FKIK UIN di tingkat nasional maupun internasional,” pungkasnya.

Sebagai penutup, acara Sumpah Dokter ini tidak hanya menjadi akhir dari fase panjang perjuangan pendidikan tapi justru menjadi awal dari tanggung jawab yang lebih besar dalam mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan kemanusiaan. FKIK UIN Malang berkomitmen terus mendampingi para alumninya untuk tumbuh menjadi dokter yang berintegritas, profesional, dan rahmatan lil ‘alamin.
Kontributor : Jasmine Athiyya (Farmasi 23) dan Raina Habibatul Haq (PSPD 22)





