MIU Login

Perkuat Kesiapan Kesehatan Haji dan Umroh, ANSHAR 2025 Tekankan Urgensi Kesehatan Mental Jamaah

Malang, 15 November 2025 Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menyelenggarakan ANSHAR 2025: The 5th Annual Health Symposium on Hajj and Umrah yang mengusung tema “From Homeostasis to Mabrur: Empowering Future Independent Hajj Pilgrims.” Simposium tahunan ini menegaskan komitmen FKIK dalam mengembangkan kajian ilmiah terkait kesehatan haji, mencakup aspek fisik, mental, hingga spiritual.

Dalam sambutan pembukaan, Dekan FKIK UIN Malang, Prof. Dr. dr. Yuyun Yueniwati, PW., M.Kes., Sp.Rad (K), menegaskan bahwa penyelenggaraan ANSHAR sejalan dengan visi besar fakultas untuk mengintegrasikan nilai keislaman dengan ilmu kesehatan, terutama pada bidang haji dan umrah.“Tema ini sangat relevan dengan arah pengembangan FKIK. Melalui ANSHAR 2025, kami berharap mahasiswa dapat meningkatkan keterampilan, memperluas wawasan, serta memahami perkembangan kesehatan haji di tingkat internasional,” ujar Prof. Yuyun. Beliau turut memberikan apresiasi kepada panitia yang sebagian besar merupakan mahasiswa karena berhasil menyelenggarakan kegiatan berskala nasional dan internasional dengan profesional.

Ketua pelaksana, dr. Tias Pramesti Griana, M.Biomed, menjelaskan bahwa persiapan ANSHAR telah dimulai sejak Maret 2025 melalui proses panjang, mulai dari pembentukan panitia hingga kurasi narasumber internasional. Tantangan terbesar adalah menemukan pakar yang memiliki fokus khusus pada kesehatan haji bidang yang masih minim dikembangkan. Meski demikian, panitia berhasil menghadirkan pemateri berkompeten dengan riset relevan terhadap tema simposium.

Berikut daftar pemateri ANSHAR 2025 beserta tema yang dipaparkan

  1. Prof. Dr. Ahmed Hankir, MBChB, MRCPsych (Psychiatrist, Public Engagement and Education Lead with the World Health Organization Collaborating Centre for Mental Health and Human Rights, Institute of Mental Health, Nottingham University, UK) dengan topik “Emotional and Psychological Experiences of Hajj Pilgrims
  2. Dr. dr. Syarief Hasan Lutfie, Sp.KFR, MARS, AIFO-K (Physiatrist, Perhimpunan Kedokteran Haji Indonesia) dengan topik “The Opportunity for Using International Classification of Functioning, Disability & Health (ICF) in Determining Istitha’ah of Hajj Pilgrims
  3. dr. Christyaji Indramojo, Sp.EM. (Member of First Aid for Hajj Pilgrims Team – P3JH, 2018–2023; Faculty of Medicine and Health Sciences UIN Malang) dengan topik “Integrating Hajj Health Readiness into Medical Education for a Holistic Approach”
  4. Fuji Astutik, M.Psi.Psikolog dari dosen Psikologi UIN Malang (Department of Psychology, Federal University of Amazonas, Brazil) dengan topik “Mental Resilience Among the Elderly

Salah satu sorotan utama ANSHAR 2025 adalah pemaparan dari Prof. Ahmed Hankir, pakar kesehatan mental dalam konteks spiritual dan ibadah haji umrah. Dalam pemaparannya, beliau menekankan bahwa ketahanan mental jamaah merupakan bagian integral dari istito’ah.“Mental health preparedness is just as important as physical preparedness. Stress during Hajj can increase the risk of mental health difficulties, and prevention is always better than intervention,” jelasnya. Beliau juga menyatakan terbuka untuk kolaborasi penelitian antara institusinya dan FKIK UIN Malang. Kepada para calon dokter di Indonesia, Prof. Hankir berpesan agar lebih peka terhadap kondisi psikologis jamaah.“If you actively ask and show compassion, patients will open up,” ujarnya.

Sementara itu, dukungan terhadap penyelenggaraan ANSHAR 2025 juga datang dari Kementerian Agama Republik Indonesia. Pak Basuki, selaku Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah, menilai bahwa kegiatan ini memiliki peran penting dalam meningkatkan keistitoahan jamaah Indonesia, terutama dalam memperkuat kesiapan fisik dan mental sebelum keberangkatan.

Melalui penyelenggaraan ANSHAR 2025, panitia berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak jangka panjang dalam meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan dan mahasiswa terkait persiapan jamaah haji di Indonesia. Simposium ini diproyeksikan menjadi landasan penting dalam memperkuat pemahaman mengenai kesehatan haji secara menyeluruh, mencakup aspek fisik, mental, dan spiritual. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu membuka peluang kolaborasi penelitian yang lebih luas di masa mendatang serta menjadi tahap awal penyusunan roadmap kesehatan haji yang lebih terarah. Panitia juga menargetkan agar ANSHAR terus berkembang pada tahun-tahun berikutnya, baik dari sisi kualitas materi ilmiah maupun penyelenggaraan, sehingga dapat memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas kesehatan jamaah haji Indonesia.

Kontributor : Achmad Khidir Afandi (PSPD 23) & Ria Najja Nila Nafi’ah (PSSF 23)

Berita Terkait