MIU Login

Kolaborasi Apik, Tiga Ormawa FKIK Sukseskan Pengabdian Masyarakat di Ponpes An-Nahdliyah

Malang, 11 Agustus 2025 – Suasana Pondok Pesantren An-Nahdliyah Kepuh, Karangploso, pagi itu dipenuhi semangat belajar dan kepedulian terhadap kesehatan. Tiga organisasi mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang meliputi Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA), Asian Medical Students’ Association (AMSA), dan Rhazes Medical Team (RMT) bergandengan tangan bersama dalam kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk FKIK BERAKSI × AMSATYA MENGABDI × ARYADUTA. Dengan mengusung tema CERDAS (Cegah Risiko dengan Aksi Sigap): Bangun Kebiasaan Sehat dan Tanggap Bahaya, kegiatan ini menghadirkan edukasi, keterampilan praktis, hingga layanan kesehatan gratis bagi para siswa Madrasah Aliyah (MA).

Rangkaian acara diawali dengan edukasi pertolongan pertama dan kebersihan diri oleh dr. Prida, Sp.DVE, FINSDV, FAADV. Materi tersebut disampaikan secara interaktif, dilanjutkan games edukatif oleh AMSA, penayangan short movie bertema kesehatan, serta pemeriksaan kesehatan gratis dan konseling informasi edukasi (KIE) oleh dokter alumni, dosen FKIK, dan tim RMT. Pengecekan kesehatan oleh tim dosen yang terdiri dari apt. Novia Maulina, M. Farm., Meilina Ratna Dianti, M. Kep. Ners., apt. Ginanjar Putri Nastiti, M. Farm.

Ketua pelaksana FKIK BERAKSI dari DEMA, Nur Aulia, menyampaikan harapannya agar kegiatan ini membawa manfaat nyata bagi para peserta. “Semoga siswa mendapatkan ilmu yang bermanfaat mengenai kebersihan diri maupun kebersihan lingkungan, mengerti apa itu scabies, dan dapat menerapkan hidup bersih dan sehat,” ujarnya.

Wakil Dekan 3 FKIK UIN Malang, dr. Alvi Miliana, M.Biomed, memberikan apresiasi atas kolaborasi tiga ormawa yang mampu bersinergi dengan baik. Ia menekankan bahwa kegiatan seperti ini tidak hanya menjadi sarana pengabdian, tetapi juga memperkuat hubungan antara FKIK dengan masyarakat, khususnya lingkungan pesantren. “Kami berharap kegiatan ini berjalan dengan sukses, diterima dengan baik oleh pihak pondok, dan memberikan dampak positif yang berkelanjutan. Silaturahmi yang terjalin ini hendaknya menjadi pintu bagi kerja sama di masa depan, baik dalam bidang kesehatan maupun edukasi. Mahasiswa memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan di masyarakat, dan kegiatan ini adalah salah satu buktinya,” ungkapnya.

Kepala Sekolah MA Pondok Pesantren An-Nahdliyah, Ulfa Aulia, S.Ag, mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam. Menurutnya, skala acara ini jauh melampaui ekspektasi awal. “Kami tidak menyangka kegiatan ini akan sebesar ini, dengan rangkaian acara yang sangat variatif dan bermanfaat. Ini adalah kolaborasi besar yang menghubungkan FKIK dan pondok, yang ke depannya diharapkan dapat meningkatkan taraf kesehatan putra-putri kami. Edukasi yang diberikan tidak hanya menambah wawasan siswa, tetapi juga mengajarkan keterampilan praktis yang bisa langsung diterapkan di kehidupan sehari-hari. Kami berharap kerja sama ini bisa terus berlanjut dan berkembang,” tuturnya.

Bagi peserta, kegiatan ini memberikan manfaat yang nyata. Mirza, salah satu siswi MA, mengaku sangat terbantu dengan adanya pemeriksaan kesehatan dan materi edukasi. “Saya jadi lebih paham pentingnya menjaga kebersihan diri, khususnya terkait materi tentang scabies. Sebelumnya saya hanya tahu sekilas, tapi setelah dijelaskan oleh dokter, saya mengerti cara pencegahannya, tanda-tandanya, dan bagaimana menjaga lingkungan agar tetap bersih. Kegiatan ini juga membuat saya lebih sadar bahwa kebersihan itu tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga penting untuk orang-orang di sekitar kita,” ungkapnya dengan antusias.

Tak hanya dari pihak sekolah dan siswa, apresiasi juga datang dari para dokter alumni. dr. Revi, salah satu dokter alumni sekaligus relawan pemeriksa kesehatan, menilai acara ini berjalan lancar dan penuh manfaat. “Sebagai dokter volunteer, saya merasa kegiatan ini sangat mengagumkan karena memberi kebermanfaatan bagi teman-teman pondok. Kesehatan adalah pilar segalanya, dan deteksi dini melalui pendekatan promotif dan preventif dapat memperkuat berbagai aspek, termasuk pendidikan,” jelasnya. Ia juga berpesan agar peserta dan masyarakat senantiasa menjaga kesehatan fisik maupun lingkungan guna menghindari penyakit menular maupun tidak menular. “Harapan saya, ke depan jangkauan kebermanfaatannya semakin luas, sinergi antar tiga ormawa ini tetap terjaga, dan kegiatan FKIK BERAKSI berikutnya bisa lebih kompak dan sukses lagi,” tambahnya.

Melalui kolaborasi lintas organisasi ini, FKIK UIN Malang menunjukkan komitmennya dalam mengimplementasikan tridharma perguruan tinggi, khususnya di bidang pengabdian kepada masyarakat, dengan memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kesehatan dan pengetahuan masyarakat pesantren.

Kontributor : Jasmine Athiyya (Farmasi 23)

Berita Terkait