
Singapura, 15 Agustus 2025 – Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menorehkan prestasi internasional. Dosen sekaligus peneliti, Dr. dr. Ermin Rachmawati, M.Biomed., terpilih sebagai pembicara mewakili Indonesia dalam International Forum on Quality and Safety in Healthcare – Singapore 2025.
Forum internasional bergengsi ini diselenggarakan oleh BMJ Group bersama Institute for Healthcare Improvement (IHI), dengan dukungan Ministry of Health Singapore, serta didukung oleh berbagai mitra strategis seperti National University Health System (NUHS), SingHealth, Duke-NUS, Joint Commission International, ACHS International, Mount Sinai International, MEG Healthcare, hingga KoSQua Korea.

Acara yang digelar pada 13–15 Agustus 2025 di Suntec Singapore Convention & Exhibition Centre ini menghadirkan sekitar 1.800 peserta dari berbagai negara, termasuk Indonesia, Malaysia, Thailand, Taiwan, Afrika, Kanada, Inggris, hingga Singapura sendiri.
Dalam forum tersebut, dr Ermin membawakan paparan mengenai HIPE (Hajj Integrated Patient Empowerment), program unggulan FKIK UIN Malang yang fokus pada pembinaan kesehatan jemaah haji sejak masa tunggu hingga keberangkatan, dengan perhatian khusus pada komunitas usia lanjut dan masyarakat multi-etnis.
“Program HIPE kami terpilih setelah melalui seleksi yang sangat ketat, mulai dari seleksi administrasi hingga penilaian bertahap oleh tim internasional. Alhamdulillah, proposal yang diajukan sejak satu tahun lalu akhirnya diumumkan lolos pada Februari 2025 untuk dipresentasikan di forum ini,” jelas dr Ermin selaku Ketua Program HIPE FKIK UIN Malang
Namun, ia menekankan bahwa pencapaian ini bukan hasil kerja individu, melainkan buah kerja keras kolektif. “Ini adalah jerih payah seluruh civitas FKIK UIN Malang. Mulai dari dukungan penuh pimpinan, kerja tim HIPE, peran dosen pembimbing lapangan, dedikasi mahasiswa, serta kepercayaan penuh dari Dinas Kesehatan, Puskesmas, dan Kementerian Agama khususnya Kota Batu. Semua pihak berkontribusi, dan inilah yang membuat program ini diakui dunia,” tegasnya.
Sebagai refleksi pribadi, dr Ermin juga menyampaikan pandangannya terkait makna HIPE dan peran universitas dalam pembangunan kesehatan global:
“The university plays more than an academic role. We are a bridge between knowledge and real-world impact. HIPE is more than a program. It is a movement, a commitment, and a promise — keep in our heart this promise. We ensure that every pilgrim’s body is as ready as their heart. Because for us, good health is not only a requirement for Hajj — it is an act of devotion in itself.”


“Ini baru langkah awal. Kita harus berani bermimpi dan percaya bahwa dengan kerja keras, kepercayaan diri, serta kolaborasi tim yang solid, program unggulan kita bisa menjadi solusi nyata bagi perbaikan layanan kesehatan global. Semoga HIPE tidak hanya dikenal sebagai program UIN Malang, tetapi juga sebagai kontribusi Indonesia di mata dunia,” pungkas dr Ermin.
Kontributor: Raina Habibatul Haq (PSPD 22)





