Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggarakan kegiatan Koordinasi Akademik pada Kamis, 5 Februari 2026, bertempat di Mini Hall Lantai 3 Gedung Ar Rahim, Kampus 3. Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid, dengan peserta yang hadir secara langsung maupun mengikuti secara daring. Acara dihadiri oleh Dekan FKIK Prof. Dr. dr. Yuyun Yueniwati Prabowowati Wadjib, M.Kes., Sp.Rad (K), para dekanat, ketua program studi, sekretaris program studi, dosen FKIK, tenaga kependidikan, serta seluruh civitas akademika FKIK UIN Malang. Kegiatan ini menjadi forum strategis dalam menyelaraskan kebijakan akademik, memperkuat tata kelola pendidikan, serta membentuk karakter sivitas akademika yang profesional dan berintegritas.

Acara dibuka secara resmi oleh Dekan FKIK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. dr. Yuyun Yueniwati Prabowowati Wadjib, M.Kes., Sp.Rad(K). Dilanjutkan dengan opening speech oleh Wakil Rektor I, Drs. H. Basri, M.A., Ph.D. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya manajemen fakultas yang jelas, terarah, dan berkesinambungan “Setiap fakultas harus dikelola dengan baik, manajemennya jelas dan saling terhubung meskipun tidak selalu sama,” ujarnya. Beliau juga menyoroti bahwa mahasiswa merupakan generasi baru yang perlu dibina melalui budaya akademik yang kuat dan disiplin. “Kita harus membangun tradisi akademik yang sehat. Mindset keterlambatan yang tidak merasa bersalah harus diubah menjadi kesadaran akan tanggung jawab,” tegasnya.

Selain itu, beliau mengingatkan pentingnya menciptakan lingkungan kampus yang sehat dan beretika, termasuk menjaga kawasan bebas rokok serta menjunjung tinggi nilai integrasi pendidikan dan demokrasi. “Ilmu pengetahuan harus berdiri dengan karakter dan integritasnya sendiri. Al-Qur’an menjadi tuntunan, namun tidak untuk dipaksakan secara sempit,” jelasnya. Ia juga menekankan pentingnya keterampilan interpersonal, etika profesional, penampilan yang baik, serta empati kemanusiaan. “Mahasiswa tidak cukup hanya memiliki kemampuan kognitif, tetapi juga harus memiliki empati, etika, dan sikap profesional,” tambahnya.

Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Wakil Dekan Bidang Akademik, Dr. dr. Ermin Rachmawati, M.Biomed. Beliau menyampaikan bahwa pelaksanaan akademik periode 2022–2027 berjalan sesuai siklus PP-EBP sehingga menghasilkan tata kelola yang baik dan peningkatan mutu pendidikan. “Dengan mengikuti siklus yang tepat, kita dapat menghasilkan kualitas pendidikan yang baik dan kompetensi mahasiswa yang optimal,” ungkapnya. Selain pembelajaran, fakultas juga berperan dalam menurunkan kebijakan universitas melalui sosialisasi program prioritas kepada seluruh sivitas akademika.
Lebih lanjut, beliau menekankan arah pengembangan fakultas ke depan yang berfokus pada penguatan kolaborasi dan penerapan standar kerja berbasis manajemen modern. “Kita tidak hanya bekerja keras, tetapi bekerja sesuai standar yang telah distandardisasi secara internasional,” jelasnya. Beliau juga menegaskan pentingnya penguatan karakter mahasiswa. “Kebijakan akademik harus mengedepankan kedisiplinan, nilai etika, dan moral. Pembelajaran harus sesuai fungsi dan tingkatan kompetensi agar outputnya benar-benar terhubung,” tambahnya.
Dalam sesi pemaparan, juga disampaikan pentingnya strategi belajar yang terencana sejak awal perkuliahan.“Mahasiswa perlu merancang strategi belajar sejak awal, mengimplementasikannya secara konsisten, serta mengelola proses belajar agar kompetensi yang diharapkan benar-benar tercapai.” ujarnya. Menurutnya, kompetensi tidak hanya diukur dari penguasaan ilmu, tetapi juga dari pembentukan karakter dan kesiapan mahasiswa untuk berkontribusi secara profesional di masyarakat.

Melalui kegiatan Koordinasi Akademik ini, FKIK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berharap tercipta kesamaan visi dalam pengembangan pendidikan yang berkualitas, berintegritas, serta berorientasi masa depan. Sinergi antara tata kelola yang baik, penguatan karakter, dan peningkatan kompetensi diharapkan mampu melahirkan lulusan yang unggul, profesional, serta memiliki kepedulian kemanusiaan yang tinggi.
Kontributor: Ria Najja Nila Nafi’ah (PSSF 23)





