MIU Login

Pemilihan Safir/Safirah FKIK UIN Malang 2025: Mewujudkan Generasi Ulul Albab Berprestasi dan Berakhlak

Malang, Juli 2025 – Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menggelar ajang bergengsi pemilihan Safir dan Safirah, sebagai representasi mahasiswa berprestasi yang menjunjung tinggi nilai-nilai keilmuan dan akhlak ulul albab. Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari seluruh civitas akademika, mahasiswa, serta sponsor yang setia mensupport acara ini dengan sponsor utama Snow White dan Bank TAM Syari’ah.

Meilina Ratna Dianti, S.Kep., NS., M.Kep sebagai pembina Safir Sfirah FKIK menyampaikan bahwa pemilihan ini bukan sekadar ajang seremonial, melainkan sarana untuk menyaring duta-duta yang mencerminkan jati diri mahasiswa FKIK. “Kriteria finalis adalah mampu merepresentasikan mahasiswa FKIK yang menjunjung tinggi adab, akhlak ulul albab, serta mendukung visi misi fakultas yang bertaraf internasional,” jelasnya. Ia juga berpesan, “Adab itu nomor satu, baru kemudian ilmu. Saya berharap adik-adik melaksanakan amanah ini dengan hati dan ikhlas agar hasilnya maksimal, serta tetap menjaga nama baik FKIK.”

Larasati Sekar Kinasih, M.Gz selaku Pembina Safir Safirah menyampaikan bahwa persiapan acara dilakukan secara gotong royong, meski terdapat kendala seperti waktu pelaksanaan berdekatan dengan Ujian Akhir Semester. “Fokus panitia sempat terbagi, namun dengan kolaborasi semua pihak, acara ini tetap berjalan dengan lancar,” ungkapnya. Ia berharap kepengurusan Safir dan Safirah yang baru mampu menjalankan tugas dengan ikhlas dan dengan hati, tetap menjunjung tinggi adab dan ulul albab dalam setiap langkahnya.

Dari sisi kualitas peserta, tahun ini menunjukkan peningkatan signifikan. Khoirunnisa, S.I. Kom., CPS., CECS., selaku salah satu juri dan juga Putri Hijab Jawa Timur 2023, menyampaikan bahwa kemampuan modeling dan public speaking para finalis sangat berkembang dibanding tahun sebelumnya. “Banyak peserta yang berhasil tampil percaya diri dan berkarakter di panggung,” tuturnya.

Sementara itu, Choirun Izag, S.Pd., juri lainnya yang dikenal sebagai Duta Pustaka Indonesia, serta peraih gelar Putra Putri Maritim Indonesia, Duta GenRe Malang, dan Joko Roro Kabupaten Malang, menambahkan, “Para finalis sudah mampu merepresentasikan diri sebagai calon dokter maupun apoteker yang tak hanya cerdas, tapi juga memiliki kepedulian sosial. Semoga mereka terus mengembangkan potensi diri agar berdampak bagi fakultas dan masyarakat.”

Salah satu momen yang paling menyentuh dalam acara ini datang dari salah satu wali mahasiswa yaitu orang tua Ashfa, pemenang utama kategori Safirah. “Kami sangat bersyukur dan terharu melihat perjuangan Ashfa. Ia benar-benar serius, selalu minta doa restu dari kami. Sejak SD, ia selalu mendapat peringkat pertama dan kali ini Allah kembali mengamanahinya kemenangan,” ucap mereka dengan bangga. Mereka juga berharap Ashfa dapat mengemban amanah dengan baik dan siap mendukung bila ia melanjutkan ke tingkat universitas sebagai duta kampus.

Wakil Dekan III bidang kemahasiswaan FKIK, dr. Alvi Milliana, M.Biomed turut memberikan apresiasi atas peningkatan jumlah peserta dan kualitas pemilihan tahun ini. “Animo mahasiswa luar biasa, jumlah pendaftar meningkat dan hasil seleksi benar-benar menunjukkan bibit unggul. Peran fakultas tidak hanya dari sisi pendanaan, tapi juga SDM. Dosen-dosen FKIK turut membimbing langsung para finalis,” jelasnya. Ia menegaskan pentingnya peran duta fakultas sebagai wajah representatif FKIK dalam berbagai kegiatan kampus maupun eksternal.

Ajang ini bukan hanya kompetisi, tetapi juga proses pembentukan karakter dan penguatan nilai-nilai spiritual, akademik, dan sosial. Diharapkan para Safir dan Safirah FKIK UIN Malang tahun 2025 mampu menjadi teladan yang berdampak nyata—bukan hanya di kampus, tetapi juga di tengah masyarakat.

Kontributor : Jasmine Athiyya dan Lufita Diani (PSSF 23)

Berita Terkait