
Malang – Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sukses menyelenggarakan kegiatan Workshop & Mini Lecture bertajuk IHYA 2025: Reviving Biomedical Knowledge for the Ummah pada 2–3 September 2025 di ruang meeting room. Kegiatan ini mengusung misi memperkuat wawasan biomedis sekaligus memperkenalkan rencana pembukaan Program Studi S2 Ilmu Biomedis dan S2 Ilmu Farmasi yang saat ini sedang dalam proses perizinan.

IHYA sendiri merupakan singkatan dari Islamic Health and Biomedical Advancement yang secara harfiah berarti “menghidupkan”. Menurut Dr. dr. Ermin Rachmawati, M.Biomed, selaku Wakil Dekan 1 sekaligus Pemateri pada kesempatan kali ini, kegiatan ini diinisiasi sebagai upaya untuk mengenalkan, memberikan wawasan, dan edukasi berkala mengenai perkembangan ilmu biomedis serta manfaatnya dalam dunia kedokteran dan kesehatan.“IHYA artinya menghidupkan. Kami berharap kegiatan ini dapat membuka cakrawala peserta tentang pentingnya ilmu biomedis sebagai bagian integral dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, riset, dan inovasi medis,” ungkapnya saat diwawancarai.

Acara IHYA 2025 juga memiliki nilai strategis sebagai salah satu bentuk persiapan teknis pembukaan dua program studi baru di FKIK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, yakni S2 Ilmu Biomedis dan S2 Ilmu Farmasi. “Saat ini kami masih menunggu terbitnya SK. Namun, berbagai kegiatan seperti workshop dan seminar ini menjadi bagian dari proses berbenah diri untuk memastikan program tersebut siap berjalan sesuai dengan visi, misi, serta program unggulan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) serta Kementerian Agama,” jelas dr. Ermin.

Program S2 Ilmu Biomedis ini dirancang tidak hanya untuk lulusan kedokteran, tetapi juga terbuka bagi latar belakang farmasi, kesehatan masyarakat, sains, maupun teknik biomedis. “Dengan demikian, lulusan dari berbagai bidang dapat berkolaborasi dan berkontribusi dalam pengembangan ilmu biomedis yang lebih komprehensif,” tambahnya. Salah satu keunggulan kegiatan IHYA 2025 adalah dukungan penuh dari GeneCraft Labs, perusahaan yang bergerak di bidang distribusi alat dan bahan biologi molekuler. Kolaborasi ini tidak hanya bersifat sponsor, tetapi juga berperan dalam memfasilitasi kegiatan secara menyeluruh, baik dari aspek teoritik maupun praktik keterampilan klinis.“Kerjasama dengan GeneCraft Labs sangat membantu kami. Mereka tidak hanya menyediakan peralatan, tetapi juga memberikan dukungan teknis dalam pelaksanaan workshop terutama yang berkaitan dengan metodologi biologi molekuler seperti qPCR (RT-PCR), DNA isolation, dan PCR amplification,” jelas dr. Ermin.

Dr. Zainabur Rahmah, selaku ketua panitia penyelenggara, menyebutkan bahwa peserta IHYA 2025 berasal dari berbagai latar belakang lembaga dan instansi, di antaranya Universitas Brawijaya, Poltekkes Malang, Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Pemanis dan Serat, UPT Laboratorium Kesehatan Ikan dan Lingkungan Pasuruan, Dinas Peternakan Pemprov Jatim UPT Lab Kesehatan Hewan Malang, hingga Loka Perakitan dan Pengujian Ruminansia Besar. “Antusiasme peserta cukup tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa minat terhadap ilmu biomedis lintas sektor semakin meningkat, tidak hanya di bidang kedokteran manusia tetapi juga mencakup kesehatan hewan, lingkungan, dan pertanian,” ungkapnya.

IHYA 2025 dilaksanakan selama dua hari dengan konsep pembelajaran yang menggabungkan kuliah teoritik interaktif di hari pertama dan hands-on workshop pada hari kedua. Materi yang diberikan mencakup penerapan qPCR (RT-PCR) untuk karakterisasi Adipose-Derived Stem Cells (ADSCs), pengungkapan bakteri asam laktat pada sayuran fermentasi melalui isolasi DNA dan amplifikasi PCR, serta optimalisasi teknologi Real-Time PCR dalam riset kesehatan. Ketiga pemateri yang dihadirkan adalah dr. Abdul Malik Setiawan, M.Infect., Dis., Ph.D; Dr. dr. Ermin Rachmawati, M.Biomed; dan Muchamad Nur Cholis, M.Si dosen dan peneliti yang memiliki kompetensi di bidang biomedis dan biologi molekuler.

Dr. Zainabur Rahmah menyampaikan harapan bahwa melalui kegiatan ini, FKIK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang kesehatan, mendorong penelitian inovatif, serta mendukung pemenuhan kebutuhan tenaga akademik dan peneliti. “Kami berharap program S2 Biomedis yang akan dibuka dapat melahirkan tenaga ahli yang kompeten, menjadi pusat riset unggulan, serta mengangkat daya saing institusi baik di tingkat regional maupun nasional,” pungkasnya. Selain itu, Dr. Ermin juga menegaskan bahwa IHYA tidak hanya direncanakan sebagai acara tunggal, tetapi akan menjadi agenda tahunan yang berkelanjutan. “Insyaallah IHYA akan menjadi kegiatan rutin yang tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga mempererat kolaborasi antara akademisi, praktisi, industri, dan lembaga riset dalam bidang biomedis,” ujarnya.
Dengan terselenggaranya IHYA 2025, FKIK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang semakin mantap melangkah dalam mempersiapkan diri sebagai pusat pendidikan dan riset biomedis yang unggul, inovatif, dan berdaya saing tinggi di tingkat nasional maupun internasional.
Kontributor : Ahmadiyah Musliha (Farmasi 2022), Ria Najja Nila Nafi’ah (Farmasi 2023)





