MIU Login

IHYA 2025 Series 2 Angkat Tema Biomedik dan Nilai Islam, Perkenalkan Program Magister Baru FKIK UIN Malang

Malang, 28 Oktober 2025 — Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menggelar Islamic Health and Biomedical Advancement (IHYA) 2025 Series 2. Acara yang berlangsung pada Selasa, 28 Oktober 2025 ini dikemas dalam bentuk seminar daring (Zoominar) dengan tema “Model and Validation of Health Products: From Immunohistochemistry to Halal Critical Points.”

Kegiatan ini dibuka langsung oleh dekan FKIK UIN Malang, yaitu Prof. Dr. dr. Yuyun Yueniwati Prabowowati Wadjib, M.Kes, Sp.Rad(K) yang dalam hal ini diwakili oleh Dr. drg. Risma Aprinda Kristanti, M.Si.

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai rangkaian pengenalan dan promosi Program Studi S2 Ilmu Biomedik FKIK UIN Malang yang baru berdiri dan akan dibuka pada tahun ajaran 2026/2027. Melalui seri Zoominar ini, panitia berharap kepada masyarakat akademik dan calon mahasiswa dapat mengenal lebih dekat karakter dan arah keilmuan dari prodi tersebut.

“Tujuan utama acara ini adalah memperkenalkan dan mempromosikan S2 Ilmu Biomedik sekaligus memperlihatkan kompetensi dosen-dosen yang terlibat di dalamnya,” jelas dr. Abdul Malik Setiawan, M.Infect., PAK., Ph.D selaku ketua acara pada kegiatan ini.

Pemilihan tema “Model and Validation of Health Products: From Immunohistochemistry to Halal Critical Points” dinilai sangat relevan dengan kebutuhan pembelajaran di bidang ilmu biomedik. Berbeda dengan IHYA Series 1, seri kali ini lebih berfokus pada pengembangan model penelitian dan validasi produk kesehatan yang terintegrasi dengan nilai-nilai keislaman.

“Teknik seperti imunohistokimia dan penentuan titik kritis halal merupakan keterampilan penting yang perlu dikuasai mahasiswa biomedik,” terang dr. Malik.

Salah satu ciri khas dari program studi S2 Ilmu Biomedik UIN Malang adalah pendekatan integratif antara ilmu biomedis dan nilai-nilai Islam. Melalui kegiatan seperti IHYA, diharapkan para peserta dapat memahami bahwa ilmu pengetahuan modern dapat berjalan selaras dengan prinsip-prinsip Islam. Selain pendekatan integratif antara ilmu biomedis dan nilai-nilai Islam, S2 Ilmu Biomedik juga akan berfokus pada penyakit degeneratif yang diperkenalkan melalui IHYA ini.

Seminar ini menghadirkan tiga dosen FKIK UIN Malang sebagai narasumber utama, masing-masing dosen membawakan topik yang menggambarkan lingkup riset biomedik modern.

Dr. drg. Anik Listiyana, M.Biomed., AHK. membawakan materi “Development of Cancer Animal Models: Protein Profiling via Immunohistochemistry.”

Dr. Zainabur Rahmah, S.Si., M.Si. menyampaikan topik “Development of Placental Malaria Animal Models and Methods of Paracitemia Level Detection.”

Apt. Mayu Rahmayanti, S.Farm., M.Sc. membahas “Critical Control Points in Materials and Processes for Halal Compliance in Pharmaceuticals.”


Ketiga materi tersebut diharapkan memberi gambaran konkret kepada calon mahasiswa mengenai bidang kajian dan keterampilan yang akan mereka pelajari di program S2 Ilmu Biomedik.

Dr. drg. Anik Listiyana, M.Biomed., AHK. selaku ketua prodi S2 Ilmu Biomedik berharap acara IHYA akan terus berlanjut dan dapat menjalin kerjasama dengan pihak lainnya.

“Harapannya, IHYA akan terus terlaksana dan harapannya juga dapat menarik pihak luar untuk menjalin kerjasama lebih lanjut sebagai penunjang dan saling support dalam penelitian, pembelajaran, dan bidang lainnya.” ujar drg. Anik dalam wawancaranya.

Melalui IHYA 2025 Series 2, FKIK UIN Malang menegaskan komitmennya dalam mengembangkan ilmu biomedik yang tidak hanya unggul secara ilmiah, tetapi juga berpijak pada nilai-nilai Islam yang universal.

 

 

Kontributor: Achmad Khidir Afandi (PSPD 2023)

 

Berita Terkait