MIU Login

ABDI DESA 2025 X MASJID MIHARA MENJEMPUT TENANG DI TANAH SUCI: MERAWAT MENTAL, MENGUATKAN IMAN

Dalam mewujudkan masyarakat Indonesia yang merata, adil, dan makmur khususnya dalam bidang kesehatan, diperlukan peran aktif tidak hanya dari pemerintah, tetapi juga dari seluruh elemen masyarakat. Mahasiswa sebagai agen perubahan dan bagian dari kalangan intelektual bangsa memiliki tanggung jawab moral dan sosial untuk turut serta dalam proses pembangunan nasional, khususnya melalui kontribusi di bidang kesehatan Masyarakat.

Divisi Pengabdian Masyarakat HMPPD melalui program kerjanya “Abdi Desa 2025 x Masjid Mihara” berupaya memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui kegiatan edukasi dan pendampingan kesehatan mental bagi masyarakat Indonesia sebagai calon jamaah haji khususnya di Kota Mihara, Jepang. Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kesiapan mental dan ketahanan psikologis jamaah dalam menghadapi stres dan kecemasan selama pelaksanaan ibadah, memberikan dukungan psikososial bagi lansia dan penyandang disabilitas, mengembangkan strategi coping yang adaptif, serta mengoptimalkan peran pembimbing dan petugas kesehatan dalam deteksi dini gangguan psikologis.

Kegiatan ini dilaksanakan secara online untuk masyarakat Indonesia sebagai calon jamaah haji khususnya di Kota Mihara, Jepang. Kegiatan ini berlangsung selama tiga kali pertemuan. Pertemuan yang pertama dilakukan pada Sabtu, 19 Juli 2025, pertemuan yang kedua dilaksanakan pada Rabu, 23 Juli 2025, dan pertemuan yang ketiga dilaksanakan pada Jumat, 25 Juli 2025. Waktu pelaksanaan dari pertemuan pertama adalah pada pukul 20.00–22.10 JST (18.00–20.10 WIB), pertemuan kedua adalah pukul 20.00 21.20 JST (18.00–19.20 WIB), dan pertemuan ketiga adalah pukul 20.00–21.50 JST (18.00–19.50 WIB). Mekanisme pelaksanaannya akan dilakukan pemberian materi oleh pemateri kepada calon jamaah haji untuk persiapan dalam melaksanakan ibadah haji. Adapun pematerinya dalam setiap pertemuan yaitu:

  • Pertemuan pertama: dr. Christyaji Indradmojo, Sp. EM
  • Pertemuan kedua: dr. Muhammad Rizal Noviato, MHPE
  • Pertemuan ketiga: Ust. Ach. Nashichuddin, MA.

Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran nyata dalam mengenali, mencegah, dan menangani masalah psikologis seperti stress dan kecemasan yang umum dialami calon jamaah haji, khususnya lansia dan penyandang disabilitas. Pengalaman ini akan menjadi bekal berharga bagi mahasiswa sebagai calon dokter untuk kelak dapat berperan aktif dalam mendampingi masyarakat secara holistik, tidak hanya dari aspek fisik, tetapi juga mental dan sosial, demi tercapainya pelayanan kesehatan yang menyeluruh dan berorientasi pada kebutuhan pasien. Sebagaimana dalam suatu hadist dijelaskan bahwa Rasulullah SAW bersabda:

سانلل مهعفنأ سانلا يخو

“Dan sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” (HR. Al- Qadlaa’iy dalam Musnad Asy-Syihaab no. 129, Ath-Thabaraaniy dalam Al-Ausath no. 5787).

Pertemuan pertama sekaligus pembuka membahas materi dengan sub tema “Sehat Fisik, Siap Berhaji: Persiapan Medis Sebelum Keberangkatan” yang dibawakan oleh dr. Christyaji Indradmojo, Sp. EM. Materi berjalan dengan lancar dan sesuai dengan yang direncanakan, dengan penyampaian yang informatif serta mudah dipahami oleh para peserta. Selama sesi berlangsung, peserta tampak antusias dan aktif menyimak, bahkan beberapa di antaranya turut mengajukan pertanyaan terkait kondisi kesehatan yang perlu diperhatikan sebelum keberangkatan haji, seperti manajemen penyakit kronis dan persiapan fisik yang optimal. Diskusi berlangsung hangat dan interaktif, menunjukkan tingginya minat peserta terhadap tema yang diangkat.

Pertemuan kedua mengangkat topik dengan sub tema “Tenang Jiwa Menjelang Haji: Kesehatan Mental & Dukungan Psikososial” yang disampaikan oleh dr. M. Rizal Novianto, MHPE. Sesi ini berlangsung dengan tertib dan penuh perhatian, di mana pemaparan materi mampu menggugah kesadaran peserta akan pentingnya kesiapan mental dalam menghadapi perjalanan ibadah haji. Materi disampaikan secara komunikatif dan menyentuh aspek emosional yang relevan dengan pengalaman calon jamaah. Para peserta juga menunjukkan ketertarikan yang tinggi dengan mengajukan sejumlah pertanyaan, terutama terkait cara menjaga kestabilan emosi dan membangun ketahanan mental menjelang keberangkatan. Suasana diskusi terasa hangat dan mendalam, mencerminkan partisipasi aktif dari peserta.

Pertemuan ketiga yang sekaligus menjadi sesi penutup membahas materi bertema “Coping & Spiritual Strength: Strategi Bertahan di Tengah Tantangan Ibadah Haji dan Umrah” yang disampaikan oleh Ust. Ach. Nashichuddin, MA. Pemaparan materi berlangsung dengan khidmat dan penuh makna, memberikan penguatan spiritual serta panduan praktis dalam menghadapi dinamika fisik maupun emosional selama menjalankan ibadah. Para peserta mengikuti dengan penuh perhatian dan semangat, serta menunjukkan respons positif melalui beberapa pertanyaan yang mencerminkan kebutuhan mereka akan bimbingan rohani dan ketenangan batin. Sesi ini menutup rangkaian kegiatan dengan suasana yang reflektif sekaligus menginspirasi, meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta.

Kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam kelancaran rangkaian kegiatan Abdi Desa 2025 x Masjid Mihara dengan tema “Menjemput Tenang di Tanah Suci: Merawat Mental, Menguatkan Iman.” Kegiatan ini tidak akan terlaksana tanpa dukungan dari para pemateri, panitia, peserta, serta seluruh elemen masyarakat yang terlibat. Kami sangat mengapresiasi antusiasme dan partisipasi aktif yang telah diberikan selama tiga sesi pemaparan materi, yang masing-masing menghadirkan topik penting seputar kesehatan fisik, kesiapan mental, hingga kekuatan spiritual menjelang ibadah haji dan umrah. Semoga kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana edukasi, tetapi juga membawa keberkahan, memperkuat persaudaraan, dan menambah keikhlasan kita dalam menjalankan ibadah. Aamiin.

Berita Terkait