MALANG – Rhazes Medical Team (RMT) kembali menunjukkan keberhasilannya dalam mencetak tenaga medis yang tangguh dan tanggap melalui inovasi kegiatan pelatihan yang dilaksanakan untuk para anggota RMT, kali ini RMT mengadakan simulasi luar ruangan (outdoor) untuk memberikan pengalaman klinis yang lebih nyata bagi para anggotanya.

Kegiatan ini disambut oleh para alumni yang kini turut berperan sebagai pembina sekaligus pembicara pada kepelatihan ini. dr. Mohammad Reza Riandinata, M.Biomed., yang kerap dikenal oleh panggilan dr. Reza adalah salah satu alumni Fakultas Pendidikan Dokter UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang juga merupakan alumni organisasi RMT, mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan improvisasi yang sangat inovatif dibandingkan dengan konsep kepelatihan pada saat awal berdirinya organisasi ini.
”Kami dulu tidak bisa melakukan simulasi ini, hanya belajar dari teori dan praktik langsung di lapangan dengan kondisi yang begitu chaos,” kenang dr. Reza.
Dengan adanya simulasi outdoor ini, para anggota RMT diharapkan memiliki bekal mental dan kemampuan yang lebih matang sebelum benar-benar menangani kasus di lapangan pada keadaan darurat nantinya.

Keberlanjutan simulasi menjadi poin penting yang disoroti oleh dr. Ika Nurnaila Syakhsiyah yang juga sebagai alumni Fakultas Pendidikan Dokter UIN Maulana Malik Ibrahim Malang serta alumni RMT pada tahun sebelum-sebelumnya. “Diharapkan ketika ada simulasi seperti ini yang diadakan terus menerus teman-teman itu benar-benar merasakan kondisi aslinya. Jadi semakin ahli, semakin profesional, dan ketika dihadapkan oleh kasus itu langsung, teman teman tau apa yang mereka perlu lakukan dengan profesional dan baik”. Ucapnya pada saat diwawancarai oleh salah satu anggota dari RMT.

”Kaderisasi harus terus dijalankan, karena pemimpin itu tidak berhenti pada satu orang saja. Terima kasih untuk para alumni yang telah terlibat dalam kegiatan ini,” tutur dr. Christyaji Indradmojo, Sp.EM. selaku pembina RMT. Kekuatan Rhazes Medical Team terletak pada sistem kaderisasinya yang kuat, dr. Chris, sebagai tokoh senior dalam tim, menekankan secara tidak langsung bahwa peran alumni bukan hanya sekadar pendukung, melainkan bagian dari rantai kepemimpinan yang tidak boleh terputus.

Sama dengan dengan hal tersebut, dr.Reza juga mengibaratkan transfer ilmu pada organisasi RMT ini seperti “mata air”, yaitu dimulai dari dr. Christyaji Indradmojo, Sp.EM, yang kemudian ilmu tersebut akan mengalir kepada para alumni, dan kini akan diteruskan kepada generasi RMT saat ini. Harapannya, mata air pengetahuan ini akan terus mengalir luas tanpa pernah berhenti di satu titik saja.





