
Salah satu tujuan dan persyaratan wajib dalam melaksanakan ritual suci ibadah haji adalah istitha’ah. Kondisi Ini menggambarkan tingkat kesiapan fisik, mental, finansial, dan keamanan untuk menjalankan ibadah haji. Calon jamaah haji (CJH) mendapatkan pelatihan manasik kesehatan haji secara mandiri dan melalui program bimbingan untuk mempersiapkan istitha’ah. Oleh karenanya, Fakultas Pendidikan Dokter UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggarakan penyuluhan manasik kesehatan haji pada Minggu, 14 September 2025, bekerja sama dengan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umroh (KBIHU) Al-Ikhlas Kota Batu. Penyuluhan mengangkat tema “Pemeliharaan Status Kebugaran Fisik dan Mental Masyarakat Haji dalam Masa Tunggu”.

Dimulai dengan senam pagi bersama yang dirancang khusus untuk CJH, rangkaian acara ini dilanjutkan dengan tes pra-ujian untuk mengukur pengetahuan CJH tentang pelatihan fisik dan mental selama masa tunggu. Penyuluhan dikemas dalam bentuk talkshow dengan tiga pemateri yang merupakan dosen dari program studi pendidikan dokter UIN Malang. Materi pertama dengan judul “TIps Kebugaran Fisik Menuju Tanah Suci” disampaikan oleh dr. Sakinah Baraja, Sp. B. Materi kedua dengan judul “Hati Tenang Pikiran Damai Menyambut Ibadah Haji” disampaikan oleh Dr. dr. Lailia Nur Rachma, M.Biomed. Materi ketiga dengan judul “Menata Raga, Jiwa, dan Rasa Menuju Haji Mabrur” disampaikan oleh dr. Christyaji Indradmojo, Sp. EM.

Dalam talkshow yang berlangsung kurang lebih 100 menit, para CJH diberikan gambaran mengenai suasana yang akan mereka hadapi selama menjalani rangkaian ibadah haji. Pemateri juga memberikan berbagai tips untuk menjaga kebugaran fisik CJH selama di masa tunggu, mulai dari melakukan skrining kesehatan rutin, menjaga higienitas diri, menjaga asupan cairan dan elektrolit, menyiapkan obat dari rumah, rutin beraktivitas fisik, hingga manajemen penyakit kronis seperti diabetes melitus, asma, serta penyakit jantung. Selain itu, CJH juga perlu menjaga pikiran dan ucapan selama menghadapi berbagai kondisi di rangkaian haji, seperti dituturkan oleh dr. Lailia, “Tuntutan fisik pada rangkaian ibadah haji yang wajib sangat tinggi dan berpotensi untuk membebani mental. Maka penting bagi jamaah haji untuk mengatur intensitas aktivitas fisik selama menjalani rangkaian ibadah haji agar stamina bisa tetap terjaga untuk melakukan ibadah wajibnya”. Sebagai penutup, dr. Christyaji Indradmojo, Sp. EM menyampaikan kepada para CJH bahwa pembekalan ini bertujuan untuk mempersiapkan CJH agar dapat menjalani ibadah haji secara mandiri, terlepas dari ada atau tidaknya fasilitas yang tersedia saat menjalani ibadah haji. Maka persiapan mental maupun fisik dalam masa tunggu adalah hal yang sangat penting.








