Melangkah Maju, Prodi Kedokteran Kembali Gelar Ujian OSCE Luring

Pandemi COVID-19 bukan hanya memberikan dampak langsung terhadap kesehatan masyarakat di Indonesia, melainkan juga secara tidak langsung terhadap segala aspek kehidupan termasuk dunia pendidikan. Dalam rangka mencapai standar kompetensi tertentu, dibutuhkan pemahaman holistik yang tidak hanya mencakup aspek kognitif saja, melainkan juga aspek psikomotor dan afektif. Selama pandemi berlangsung, pembelajaran yang berkaitan dengan aspek kognitif dapat disikapi melalui sistem pembelajaran daring, namun menjadi kurang efektif apabila diterapkan pada aspek psikomotor dan afektif. Oleh karena itu, pada akhir semester Genap Tahun 2020/2021 Bulan Mei sampai dengan Juni 2021 Program Studi Pendidikan Dokter (PSPD) Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggarakan kembali Ujian Objective Structure Clinical Examination (OSCE) secara luring.

Serangkaian ujian OSCE PSPD FKIK UIN Malang semester ini akan berlangsung selama 4 minggu mulai dari Senin (24/05/2021). Peserta ujian merupakan mahasiswa-mahasiswa PSPD mulai dari angkatan 2020 hingga angkatan 2017. Minggu pertama dimulai dari ujian OSCE bagi 51 orang mahasiswa semester 2 (angkatan 2020), dilanjutkan dengan sebanyak 46 mahasiswa semester 8 (angkatan 2017) di minggu kedua, kemudian 50 mahasiswa semester 4 (angkatan 2019) pada minggu ketiga, dan ditutup dengan 50 mahasiswa semester 6 (angkatan 2018) pada minggu keempat. Secara keseluruhan, total peserta ujian OSCE kali ini akan diikuti oleh 197 mahasiswa PSPD FKIK UIN Malang.

Jumlah mahasiswa yang akan mengikuti ujian OSCE terbilang cukup banyak, sehingga Prodi Pendidikan Dokter memberlakukan sejumlah prosedur terstandar untuk menghindari penularan COVID-19. Mahasiswa yang boleh mengikuti ujian OSCE harus mengantongi surat izin dari orang tua wali. Selama periode pelaksanaan ujian OSCE, mahasiswa wajib menjalankan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 baik di dalam maupun di luar kampus. Prodi Pendidikan Dokter juga menyediakan penginapan di Ma’had sekaligus transportasi antar jemput menuju kampus.

Menurut Ketua Unit Keterampilan Klinik, dr. Riskiyah, MMRS., mahasiswa yang hadir di Malang akan mengikuti Clinical Skill Learning (CSL) secara mandiri yang dibimbing oleh dosen-dosen koordinator-CSL dalam kelas besar maupun kelas-kelas kecil. Sesi CSL Mandiri dilakukan sebanyak dua kali yakni pada hari Senin dan Rabu, sedangkan pelaksanaan ujian OSCE dijadwalkan di hari Selasa dan Kamis. Selama kegiatan OSCE berlangsung, baik petugas, penguji, instruktur, dan mahasiswa diwajibkan untuk mengenakan APD lengkap dengan terus menjaga protokol kesehatan. Menurut Ketua Prodi Pendidikan Dokter FKIK UIN Malang, dr. Ana Rahmawati, M.Biomed., materi yang diujikan dalam OSCE kali ini meliputi semua keterampilan-keterampilan yang berkaitan dengan kompetensi seorang dokter. Di antaranya seperti, teknik injeksi, pemeriksaan jantung, pemeriksaan tensi darah, dan berbagai tindakan kedokteran lainnya.

(Kontributor: Larasati Sekar Kinasih, Editor: Alif FF – Humas FKIK)