Batu, 30 November 2025-Sarasehan Alumni Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang merupakan acara rutinan yang ditujukan kepada alumni mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter dan Program Studi Sarjana Farmasi UIN Malang. Sarasehan kali ini dihadiri oleh beberapa pimpinan FKIK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dengan diketuai oleh apt. Hajar Sugihantoro, M. P. H. Tujuan dilaksanakannya sarasehan alumni yakni membentuk alumni yang berdampak serta memperkuat ikatan sesama alumni. Acara ini juga menjadi ruang strategis untuk menyampaikan perkembangan terbaru fakultas, yaitu dengan pengenalan new branding logo FKIK UIN Malang, perubahan struktur kepemimpinan, serta penyampaian didirikannya program studi yang baru.
Sarasehan ini dibuka dengan penyampaian laporan program kerja ikatan alumni pada periode 2023/2025 oleh apt. Agus Nurhasan selaku ketua umum ikatan alumni pada periode tersebut. “Ikatan ini dibentuk pertama kali pada Oktober 2023 dan telah diadakan sarasehan yang pertama di Bumi Perkemahan Bedengan dengan tujuan untuk membentuk suatu organisasi di mana pada saat itu amanah untuk menjadi ketua dilimpahkan kepada saya”, ujar apt. Agus. Beliau sangat berterimakasih kepada teman-temannya yang berkontribusi dalam ikatan ini, yang dapat membentuk alumni yang berdampak positif bagi kehidupan bermasyarakat.

Beliau juga menyampaikan program kerja yang telah terealisasikan selama satu periode, yakni evaluasi kepengurusan secara berkala yang berhasil dilakukan sebanyak 2 kali, sharing alumni secara online di berbagai platform media sosial, fasilitasi karya ilmiah mahasiswa, pembuatan grup alumni yang telah dispesifikasikan tiap wilayahnya, serta membuat dan mengelola media ikatan alumni. Disamping itu, ada program kerja yang sudah direncanakan tapi belum terlaksana, yaitu khotmil qur’an secara online bahkan sudah dalam tahapan mencari pemateri tetapi terhalang oleh kesibukan masing-masing, pelaksanaan webinar ilmiah dari bidang-bidang yang berkelanjutan, pembuatan merchandise yang beberapa sudah didesain tetapi terhalang oleh pertimbangan sumber dana dari ikatan alumni, serta pengabdian masyarakat yang telah direncanakan pada November 2024 kemudian mengalami pengunduran hingga Februari 2025. “Saya menyadari bahwa tidak terlaksananya beberapa program kerja tersebut bukan hanya karena tidak mampu dilaksanakan, tetapi bagian dari dinamika organisasi memang terdapat beberapa kendala yang telah disampaikan sebelumnya. Oleh karena itu, kami dari pengurus terutama saya pribadi dengan rendah hati memohon maaf kepada teman-teman sekalian atas kekurangan dari ikatan alumni ini”, ujar apt. Agus.
Harapan apt. Agus terhadap kemajuan ikatan alumni ini adalah dapat lebih menumbuhkan rasa kekeluargaan sesama alumni dan ikatan alumni ini diharapkan dapat menjadi lebih kuat serta dapat selalu berdampak untuk fakultas walaupun berada di tengah kesibukan masing-masing individu. Teruntuk periode selanjutnya diharapkan dapat meningkatkan solidaritas antar sesama dan dapat membentuk program kerja dengan kualitas kepemimpinan yang mumpuni, sehingga program kerja yang terbentuk dapat terealisasikan dengan baik.
Setelah penyampaian laporan program kerja ikatan alumni selama satu periode, dilanjutkan dengan beberapa narasumber yang telah melakukan sharing pengalaman pribadi dalam profesi narasumber tersebut. Narasumber yang pertama yakni dr. Reza Riandinata, M. Biomed sebagai seorang Dokter yang sekarang bekerja di Rumah Sakit Umum Wava Husada Kesamben Blitar serta beberapa klinik di daerah Malang Selatan. Beliau mengatakan bahwa menjadi seorang tenaga kesehatan membutuhkan waktu yang panjang untuk belajar, dari lulus sarjana, lulus profesi, hingga menjalani internship. Tenaga kesehatan berarti memberikan sebuah pelayanan terhadap pasien di mana pasien diibaratkan sebagai konsumen. “Sebagaimana pepatah mengatakan, bahwa konsumen atau pembeli adalah raja”, ujar dr. Reza. Dengan demikian, sebagai tenaga kesehatan yang baik, hendaknya seseorang dapat menyeimbangkan keilmuan dan kemampuan pelayanan terhadap pasien. Yang terpenting adalah tenaga kesehatan sebaiknya menguasai tiga pilar penting seperti yang telah disampaikan oleh beliau, yakni edukasi, komunikasi, dan efektif.

Narasumber yang kedua yakni apt. Alfen Hidayat, S. Farm. Yang akan menceritakan pengalaman pribadi beliau sebagai seorang Apoteker. Beliau bekerja di RSUD Bangil Pasuruan. Beliau mengatakan bahwa rumah sakit adalah wahana praktik bagi tenaga kesehatan, terutama apoteker di mana rumah sakit ini menjadi wadah untuk mempraktikkan ilmu-ilmu farmasi klinis. Setelah sarasehan pertama, beliau berhasil memfasilitasi teman-teman alumni untuk bekerja di rumah sakit melalui MoU yang terjalin antara fakultas dengan rumah sakit tempat apt. Alfen bekerja. “Saya turut senang melihat teman-teman yang mudah untuk masuk pendidikan profesi apoteker, karena dahulunya Saya susah sekali”, ujar beliau. apt. Alfen ini bekerja di rawat inap, sehingga dapat menjalin interaksi dan kerjasama dengan tenaga kesehatan lainnya dengan mudah. Beliau mengharapkan suatu kesamaan rasa dari berbagai tenaga kesehatan, yang tentunya juga diwujudkan dari ikatan alumni FKIK UIN Malang itu sendiri. dr. Reza dan apt. Alfen mengungkapkan bahwa mereka merasa bangga menjadi bagian dari alumni FKIK UIN Malang.

apt. Hajar Sugihantoro, M. P. H. selaku ketua pelaksana sarasehan alumni tahun ini mengungkapkan kesan dan pesan dari kegiatan sarasehan yang telah diselenggarakan. Beliau merasa senang atas antusias dari alumni dalam mengikuti sarasehan ini, di mana hal tersebut membuktikan kecintaan terhadap almamater mereka. Sepanjang acara, apt. Hajar merasakan sebuah keharmonisan dalam ruang diskusi sehingga dapat dengan mudah menyatukan suara dalam pemilihan ketua umum ikatan alumni untuk periode 2026/2028. “Saya harap dengan terbentuknya struktur pengurus ikatan alumni periode yang terbaru, mereka dapat tetap membentuk alumni yang berdampak bagi masyarakat di sekitar mereka sendiri serta berdampak terhadap civitas akademika di FKIK UIN Malang”, ujar beliau. Dengan suasana hangat dan penuh keakraban, sarasehan ini diharapkan dapat menjadi jembatan komunikasi yang berkelanjutan antara fakultas dan alumni, sehingga tercipta sinergi yang semakin kuat dalam mewujudkan visi FKIK UIN Malang ke depannya.
Kontributor: Nailah Khansa Shabrina (Farmasi 2025) & Salsabilla Septiana Azahra (Farmasi 2025)





