Malang, Selasa, 9 Desember 2025 — Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menjadi tujuan benchmarking bagi berbagai perguruan tinggi keagamaan di Indonesia. Kali ini, FKIK menerima kunjungan resmi dari Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar, yang tengah mempersiapkan pendirian Fakultas Kedokteran sebagai salah satu program strategis institusi tersebut.
Kunjungan benchmarking ini berlangsung hangat dan produktif, mencerminkan semangat kolaborasi lintas perguruan tinggi keagamaan dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan kesehatan nasional. Rombongan UHN diterima langsung oleh jajaran pimpinan FKIK, termasuk Dekan FKIK, Prof. Dr. dr. Yuyun Yueniwati, M.Kes, Sp.Rad (K) yang menekankan Moderasi beragama, pentingnya keterbukaan, saling belajar, dan memperkuat jejaring akademik.

“Kami memandang kegiatan benchmarking UHN ini sebagai langkah strategis dan sangat positif. Ini menunjukkan komitmen UHN untuk berinovasi dan belajar dari best practice institusi lain, khususnya terkait pendirian fakultas kedokteran. Bagi kami, ini cerminan budaya akademik yang terbuka dan keinginan bersama untuk memajukan mutu pendidikan tinggi kesehatan di Indonesia,” ujarnya.
Berbagi Pengalaman Pendirian FK: Dari Kelembagaan hingga Kurikulum
Dalam sesi diskusi, FKIK UIN Malang membagikan pengalaman secara menyeluruh mengenai proses pendirian fakultas kedokteran sejak tahap perencanaan hingga implementasi. Beberapa aspek yang dipaparkan meliputi:
- Penguatan Kelembagaan
Penataan struktur fakultas, tata kelola akademik, mekanisme pelaporan, hingga hal-hal teknis terkait pemenuhan standar LAM-PTKes dan Kemenkes pada pembukaan FK.
- Pengembangan SDM
FKIK berbagi strategi rekrutmen, penguatan kapasitas dosen, pola pembinaan tenaga medis, serta penyusunan road map pengembangan SDM yang relevan dengan kebutuhan klinis maupun akademik.
- Sarana-Prasarana Pendidikan
Pemenuhan ruang kuliah, laboratorium pre-klinik, fasilitas keterampilan klinik (skills lab), serta kebutuhan rumah sakit pendidikan ditampilkan sebagai elemen penting yang menjadi contoh bagi UHN.
- Pengelolaan Keuangan dan Administrasi
FKIK menekankan pentingnya profesionalisme dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana pendidikan, serta pemanfaatan sistem administrasi berbasis digital untuk mendukung tata kelola fakultas yang transparan dan efisien.
- Kurikulum: Integrasi Islam dan Sains
Sebagai PTKIN, FKIK UIN Malang memiliki kekhasan berupa kurikulum yang mengintegrasikan perspektif keilmuan modern dengan nilai-nilai keislaman. Integrasi ini menjadi salah satu poin yang paling menarik perhatian delegasi UHN.
- Implementasi Moderasi Beragama dalam Pembelajaran
FKIK UIN Malang memberikan contoh bagaimana nilai-nilai moderasi beragama—seperti toleransi, sikap adil, menghargai perbedaan, dan cinta tanah air—dapat diterapkan dalam kurikulum kedokteran yang bersifat highly professional.

Moderasi Beragama Tampak Kuat dalam Setiap Interaksi
Dalam rangkaian benchmarking, suasana diskusi berlangsung sangat terbuka dan penuh penghargaan terhadap latar belakang keagamaan masing-masing institusi. Dr. Ermin menilai bahwa nilai Tasamuh (toleransi) menjadi poin paling kuat dalam interaksi kedua pihak.
Nilai moderasi beragama yang sangat jelas tampak dalam interaksi ini. Tasamuh (Toleransi dan Saling Menghargai) ditandai dengan Adanya kesediaan dari kedua belah pihak untuk menerima dan mempelajari praktik akademik yang berbeda, didasari oleh penghargaan terhadap latar belakang keagamaan masing-masing. Keinginan bersama untuk menyeimbangkan antara tuntutan profesionalisme di bidang kesehatan dengan penguatan nilai-nilai spiritual/keagamaan. Kami fokus pada keilmuan tanpa meninggalkan keimanan.Diskusi selalu berada dalam koridor untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki wawasan kebangsaan dan komitmen terhadap kerukunan umat beragama sebagai modal utama pembangunan kesehatan Indonesia.
“Kedua institusi menunjukkan kesediaan untuk menerima dan mempelajari praktik akademik yang berbeda. Kami sama-sama fokus pada keilmuan tanpa meninggalkan keimanan. Ini menjadi fondasi penting bagi pendidikan kesehatan berbasis nilai kebangsaan dan kerukunan umat beragama,” jelasnya.
Perbincangan juga menegaskan komitmen kedua pihak dalam menyiapkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis dan klinis, tetapi juga memiliki wawasan kebangsaan serta kepekaan sosial sebagai tenaga kesehatan.
Potensi Kerja Sama Konkret Pasca-Benchmarking
Salah satu aspek yang menjadi sorotan dalam diskusi adalah potensi kolaborasi jangka panjang antara kedua institusi. UHN I Gusti Bagus Sugriwa saat ini memiliki Rumah Sakit Pendidikan (RSUD Bangli) yang telah lebih dari 10 tahun berkomitmen mendukung pendirian FK di bawah Kementerian Agama.
“Keberadaan RSUD Bangli menjadi peluang kerja sama strategis untuk penguatan rekognisi Rumah Sakit Karsa Husada Kota Batu sebagai Rumah Sakit Pendidikan Utama bagi FKIK UIN Malang,” ungkap Dr. Ermin.
Selain itu, UHN memiliki sejumlah sentra pengobatan tradisional Hindu Bali, termasuk praktik balian dan bahan alam (batre/batra). Potensi ini dapat dikembangkan sebagai:
- Riset kolaboratif lintas budaya
- Pengembangan mata kuliah elektif pengobatan bahan alam
- Program pertukaran dosen dan mahasiswa
- Workshop atau studi banding lanjutan terkait integrasi ilmu kesehatan dan kearifan lokal
Kolaborasi tersebut sejalan dengan visi FKIK UIN Malang dalam mengembangkan pendidikan kesehatan yang holistik, berbasis spiritualitas, serta responsif terhadap kekayaan budaya nusantara.

Menuju Pendidikan Kedokteran Keagamaan yang Unggul
Benchmarking yang berlangsung pada 9 Desember 2025 ini tidak hanya menjadi ruang berbagi, tetapi juga penguatan jejaring antar perguruan tinggi keagamaan. FKIK UIN Malang menegaskan komitmennya untuk terus menjadi pusat rujukan (reference center) pendirian fakultas kedokteran di lingkungan PTKIN dan perguruan tinggi keagamaan lainnya.
Dengan sinergi bersama UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar, FKIK berharap kolaborasi ini akan berlanjut dalam bentuk program-program nyata yang berdampak pada mutu akademik, kualitas lulusan, dan kontribusi bagi dunia kesehatan di Indonesia.





