
Surabaya, Sabtu 21 Juni 2025 Forum Diskusi Islam (FDI) Al Fath Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan studi banding ke salah satu organisasi FK Universitas Airlangga yaitu Assalam yang juga merupakan organisasi dibawah FULDFK. Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus sarana bertukar pengalaman dalam pengelolaan dakwah kampus. Dipandu dengan semangat kolaborasi dan ukhuwah Islamiyah, kegiatan ini berlangsung dalam suasana hangat, penuh antusiasme, dan diisi dengan diskusi yang sangat membangun.

Muhammad Fajrian Noor, selaku panitia pelaksana sekaligus peserta dari FDI, menyampaikan bahwa studi banding ini menjadi momentum penting untuk belajar langsung dari Assalam UNAIR yang dinilai sebagai organisasi yang progresif, terstruktur, dan konsisten dalam kontribusinya di dunia diskusi kampus. Menurutnya, kegiatan ini tidak sekadar menjadi ruang diskusi, namun menjadi awal kolaborasi yang lebih luas dan berkelanjutan. Meskipun terkendala oleh kesibukan akademik. Hal tersebut justru menjadi pemicu semangat FDI untuk menyukseskan acara. Ia pun mengapresiasi sambutan hangat dari pihak Assalam dan menilai diskusi yang berlangsung sangat produktif. Sebagai catatan, ia menekankan pentingnya pengelolaan waktu yang lebih baik ke depannya serta mengajak peserta untuk membawa pulang semangat baru dalam memperkuat diskusi di kampus masing-masing.
Melengkapi dari pernyataan tersebut, Ketua Assalam UNAIR, Azzam Nur Taufikurrahman, juga menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi ruang yang sangat bermanfaat untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi antar Universitas. Ia menekankan pentingnya saling menguatkan dalam menghadapi tantangan diskusi kampus di era modern. Tak hanya ingin memberi manfaat, Assalam juga berharap bisa turut belajar dari FDI Al Fath yang dikenal sebagai lembaga diskusi yang aktif dan solid. “Semoga silaturahmi ini terus berlanjut dalam bentuk kerja sama yang lebih luas,” pungkasnya.

Dari sisi pelaksanaan teknis, salah satu panitia Assalam yakni Kak Zuhro Zuraida dari bidang eksternal menuturkan bahwa keberhasilan acara ini tidak lepas dari proses bonding yang kuat antar anggota tim, serta pembagian tugas yang jelas. Seluruh aspek, mulai dari logistik, konsumsi, hingga acara disusun secara matang. Ia menyebutkan bahwa sesi Focus Group Discussion (FGD) sebagai momen yang paling berkesan karena menghadirkan pertukaran gagasan yang aktif dan inspiratif antara kedua lembaga. Ia berharap kerja sama ini tidak berhenti pada forum ini saja, melainkan terus berlanjut dalam bentuk kolaborasi lintas departemen yang lebih luas.
Kegiatan studi banding ini menjadi bukti bahwa diskusi kampus bukan tentang persaingan, melainkan tentang bagaimana saling mendukung, belajar, dan bergerak bersama dalam menyebarkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin.
Kontributor : Ria Najja Nila Nafi’ah (PSSF 23)





