BATU – Selasa, 21 April 2026, menjadi tonggak sejarah baru dalam perjalanan akademik Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Dengan visi besar menuju panggung dunia, fakultas ini secara resmi meluncurkan program “English Day” sebagai bagian dari kampanye strategis Goes International.
Langkah ini diambil bukan sekadar untuk meningkatkan kemampuan linguistik, melainkan sebagai upaya radikal dalam mentransformasi budaya akademik menuju keunggulan global (Global Excellence).
Keberlanjutan program English Day ini diperkuat dengan komitmen penuh fakultas dalam memfasilitasi peningkatan kompetensi bahasa bagi seluruh elemen sumber daya manusia. FKIK UIN Malang secara khusus menghadirkan tutor ahli di bidangnya untuk memberikan pendampingan intensif bagi tenaga pendidik, tenaga kependidikan, hingga staf fakultas lainnya. Melalui bimbingan profesional ini, fakultas berupaya memastikan bahwa penguasaan bahasa internasional bukan lagi sekadar instruksi formal, melainkan kapasitas nyata yang dimiliki setiap staf untuk menunjang performa kerja dan kualitas layanan di level internasional.
Komitmen Melintasi Batas Bahasa
Mulai hari ini, setiap hari Selasa, suasana di lingkungan Kampus 3 UIN Malang akan terasa berbeda. Seluruh civitas akademika, mulai dari jajaran pimpinan, dosen, mahasiswa, hingga tenaga kependidikan, didorong untuk berkomunikasi sepenuhnya menggunakan bahasa Inggris. Program ini merupakan respons aktif fakultas terhadap tuntutan dunia kesehatan modern yang kini tidak lagi memiliki batasan teritorial.
“Kita sedang melangkah menuju komunitas akademik global. Penguasaan bahasa Inggris bukan lagi pilihan, melainkan prasyarat utama agar kontribusi ilmiah kita bisa terdengar dan diakui secara internasional,” ungkap perwakilan fakultas di sela-sela peluncuran program.
Empat Pilar Strategis Internasionalisasi
Berdasarkan peta jalan yang dirilis melalui program Goes International, FKIK UIN Malang telah menyiapkan empat pilar utama guna memastikan transisi ini berjalan efektif dan terukur:
- Tuesday is English Day
Selasa ditetapkan sebagai hari dedikasi penuh. Seluruh koordinasi formal maupun interaksi kasual di dalam lingkungan fakultas diwajibkan menggunakan bahasa Inggris guna membangun kepercayaan diri dalam berkomunikasi.
- Standarisasi Materi Pembelajaran (English-Based Materials)
Akademisi FKIK kini diwajibkan menyertakan minimal satu set salinan materi presentasi (PPT) dalam bahasa Inggris untuk setiap mata kuliah. Hal ini memastikan mahasiswa terbiasa dengan terminologi medis dan kesehatan internasional sejak dini.
- Penulisan Akademik Internasional (English for Academic Writing)
Kebijakan ini menyasar jantung riset fakultas. Seluruh draf proposal penelitian dan materi presentasi tugas akhir mahasiswa diwajibkan menggunakan bahasa Inggris. Tak hanya itu, proses sidang proposal hingga pertanggungjawaban tesis juga dilaksanakan dalam bahasa Inggris.
- Kelas Percakapan untuk Tenaga Kependidikan
Fakultas menyadari bahwa internasionalisasi harus bersifat inklusif. Oleh karena itu, tenaga kependidikan (staf administrasi dan laboran) dibekali dengan kelas percakapan khusus guna meningkatkan kualitas layanan saat berhadapan dengan tamu, peneliti, atau mahasiswa asing.
Membangun Ekosistem ‘Global Academic Community’
Melalui tema “Be Part of The Leap!”, FKIK UIN Malang mengajak seluruh elemen untuk berani mengambil lompatan besar. Program ini dirancang untuk menghapus hambatan bahasa yang selama ini sering menjadi kendala dalam publikasi jurnal internasional maupun kolaborasi riset lintas negara.
Dampaknya diharapkan tidak hanya terasa pada nilai akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter mahasiswa yang lebih kompetitif di pasar kerja global. Dengan membiasakan atmosfer bahasa Inggris di laboratorium, ruang kelas, hingga kantor administrasi, FKIK UIN Malang tengah membangun ekosistem yang siap bersaing dengan universitas-universitas terkemuka di dunia.
Peluncuran hari ini hanyalah awal. FKIK UIN Malang berkomitmen untuk terus mengevaluasi dan mengembangkan program-program internasionalisasi lainnya. Tujuannya satu: memastikan bahwa setiap lulusan yang keluar dari gerbang kampus ini tidak hanya kompeten secara medis, tetapi juga fasih dalam berdialog dengan komunitas global.





