MIU Login

Visi–Misi Digaungkan, Roadmap Diperkuat, New Branding Diluncurkan: FKIK UIN Malang Naik Level Kolaborasi Kesehatan Sosialisasi Roadmap

Malang, 4 Desember 2025 Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan Sosialisasi Visi–Misi Ortaker, Pedoman Pendidikan, Penelitian, PKM, Roadmap dan New Branding yang dilakukan secara hybrid bertempat di Gedung Ar-Rahim Kampus 3 serta terhubung secara daring melalui Zoom. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat jaringan kemitraan FKIK dengan berbagai institusi kesehatan guna meningkatkan kualitas pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat. Acara tersebut turut dihadiri oleh PT Biozatix, BBKK secara online, UPT Asrama Haji Surabaya, Pusat Riset Biomedis BRIN yang diwakili oleh Bu Wiwit dan Prof. Sunarno, Kordik RSJ Lawang, serta perwakilan Balai Materia Medika, menandai komitmen kolaboratif dalam pengembangan akademik dan klinis FKIK ke depan.

Wakil Rektor III UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam sambutannya menekankan pentingnya kekhasan dan diferensiasi FKIK dibandingkan institusi kesehatan lainnya. Beliau menyampaikan bahwa program pengabdian masyarakat perlu memperkuat ciri utama fakultas, yakni pengembangan kedokteran haji sebagai kompetensi unggul. Selain itu, beliau juga menyampaikan amanah dari Rektor UIN Malang agar FKIK tetap berorientasi pada pengabdian yang menyasar pondok pesantren sebagai mitra strategis dalam pelaksanaan pengmas ke depan.

Dalam sosialisasi Wakil dekan 1 bidang akademik, Dr. dr. Ermin Rachmawati, M.Biomed. menekankan bahwa sosialisasi ini diharapkan menjadi fondasi agar FKIK dapat mengambil peran yang nyata di tengah masyarakat. “Sosialisasi ini diharapkan FKIK dapat mengambil peran penting bagi masyarakat,” ujarnya. Selain memperkenalkan FKIK kepada mitra eksternal melalui penyampaiannya visi misi hingga Roadmap FKIK UIN Malang, kegiatan ini juga menjadi wadah diskusi untuk penampungan saran dan harapan dari pihak stakeholder ataupun mitra eksternal untuk mewujudkan visi dan misi yang ditarget.

Salah satu topik yang dibahas adalah penguatan hubungan dengan dunia pelayanan kesehatan menjadi perhatian utama. Perwakilan Direktur Rumah Sakit Karsa Husada (RSKH) menyampaikan harapannya terhadap kontribusi lulusan FKIK ke depannya. “Harapannya lulusan FKIK dapat membawa peningkatan kesejahteraan dan marwah dalam bidang kesehatan. Dengan semakin berkembangnya FKIK ini, diharapkan hubungan antara RSKH dan FKIK juga semakin erat,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur RS Umum Daerah Kota Malang menyoroti peluang besar kolaborasi penelitian dan pengembangan kekhasan FKIK sebagai kedokteran haji. “Sebagai mitra, kami berharap terjalin penelitian dengan kolaborasi yang baik. Ciri khas kedokteran haji sangat potensial untuk dikembangkan dan dipromosikan lebih baik lagi,” ucapnya.

Menanggapi hal tersebut, Dr. dr. Ermin Rachmawati, M.Biomed. kembali menegaskan bahwa FKIK telah aktif berperan dalam penyelenggaraan kesehatan haji melalui program Hajj Interprofessional Education (HIPE), yaitu keterlibatan mahasiswa sejak masa tunggu hingga proses embarkasi dan bekerja sama juga dengan Kemenag Batu, RS Batu, RS Malang, dan berbagai instansi lainnya.

Dukungan juga datang dari Kemenag Kota Batu, yang mengapresiasi kontribusi FKIK dalam pendampingan jamaah haji.“Kami merasa sangat terbantu sejak masa tunggu haji. Meskipun kami tak lagi menangani haji, kami masih memiliki misi dalam pondok pesantren. Harapannya kerjasama ini juga berlanjut ke arah tersebut,” ujar perwakilan Kemenag.

Dari sektor layanan kesehatan jiwa, RSJ Dr. Radjiman Lawang turut membuka peluang kolaborasi luas. “Pelayanan di RSJ kini tidak hanya jiwa, tapi juga paru, neurologi, THT, bedah anak dan lainnya. Kami siap bermitra dalam penelitian, termasuk pengembangan produk halal berbasis tanaman herbal,” jelasnya. Dinas Kesehatan Kota Malang dan Batu menyoroti peluang pengembangan layanan kesehatan pesantren dan produk halal. Mereka menekankan pentingnya pendampingan SOP halal, penyusunan laboran nutrition facts, edukasi teknologi dan literasi digital, serta potensi kerja sama dengan industri. Minimnya Laboratorium gizi untuk kebutuhan nutrition fact di Malang membuka ruang besar kerja sama riset dan pengembangan sarana analisis pangan halal.

Adapun perwakilan kepala puskesmas di lingkungan Dinkes Kota Malang dan Batu menyampaikan dukungan atas keterlibatan mahasiswa FKIK dalam layanan kesehatan masyarakat. “Jumlah jamaah haji memang sedikit, namun mahasiswa banyak, sehingga perlu dukungan komunikasi dan akomodasi yang perlu ditingkatkan, terutama untuk pelatihan kesehatan dan manajerial agar mahasiswa lebih adaptif. Meski ada kendala, kegiatan selama ini sangat membantu,” ujarnya.

Dalam sesi penyampaian secara online, UPT Asrama Haji Surabaya menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi FKIK.“PPKK memiliki peran yang luar biasa dalam menopang layanan Haji di Asrama Haji UIN Malang. Kami berharap keberlanjutan ini dapat terjaga hingga 2026, terlebih dengan peningkatan peserta Perkasi dari 90 menjadi 116 orang. Partisipasi mahasiswa FKIK sangat penting untuk terus dilibatkan, termasuk perluasan pendampingan bagi jamaah haji maupun umroh,” ungkapnya. Sementara itu, perwakilan BPKK juga menegaskan manfaat besar keterlibatan mahasiswa dalam penyelenggaraan haji.“Mahasiswa FKIK selalu siap membantu proses persiapan haji, dan kehadirannya benar-benar terasa bagi kamii. Semoga kolaborasi baik ini dapat terus dipertahankan dan dikembangkan,” tuturnya.

Dari sektor layanan kefarmasian, Viva Apotek melalui Apoteker Rizkiya turut menambahkan dukungannya. Mahasiswa UIN sangat mendominasi dan memberikan kontribusi besar dalam pelayanan, termasuk di wilayah Mojokerto Airlangga. Evaluasi yang dilakukan setiap tahun juga menunjukkan peningkatan capaian hingga tahun terakhir,” ujarnya.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, FKIK UIN Malang menegaskan komitmennya memperkuat jejaring akademik dan klinis, memperluas peluang riset, meningkatkan kontribusi mahasiswa dalam layanan kesehatan masyarakat, serta memajukan new branding institusi yang responsif terhadap kebutuhan kesehatan nasional. FKIK siap melanjutkan langkah kolaboratif tidak hanya dalam ruang akademik, tetapi juga pengembangan inovasi halal, kedokteran haji, riset herbal, dan pemberdayaan masyarakat berbasis kesehatan modern serta spiritual.

 

Kontributor : Ria Najja Nila Nafi’ah (PSSF 23) & Achmad Khidir Afandi (PSPD 23)

Berita Terkait