MALANG, 24 Juni 2026 – Komitmen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang dalam mencetak generasi berwawasan global kembali membuahkan hasil yang gemilang di kancah internasional. Dua mahasiswi Program Studi Farmasi berbakat dari angkatan 2025, Nyiur Lintang Irawan dan Hesti Gea Rohmawati, berhasil menorehkan prestasi membanggakan pada ajang regional Global Youth Innovation Summit (GYIS) 2026 Chapter Singapura dan Malaysia yang berlangsung pada 20 hingga 23 Juni 2026.
Ajang internasional yang diselenggarakan oleh lembaga Pemuda Mendunia ini dirancang khusus untuk memfasilitasi para pemuda bertalenta dari berbagai latar belakang dalam mengeksplorasi gagasan inovatif dan berkelanjutan. Berfokus pada implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) Perserikatan Bangsa-Bangsa, konferensi tingkat regional ini menguji ketajaman berpikir kritis, kemampuan berdiplomasi, serta kolaborasi lintas kultural dari seluruh delegasi terpilih.
Borong Penghargaan Internasional
Dalam dokumentasi resmi pasca-acara yang dirilis langsung dari lokasi penganugerahan, baik Nyiur Lintang maupun Hesti Gea tampil memukau dengan kalung selempang tenun khas Indonesia dan kartu identitas delegasi yang tersemat rapi. Tidak tanggung-tanggung, dedikasi dan performa akademis serta kemampuan artikulasi kedua mahasiswa FKIK UIN Malang ini berhasil memborong masing-masing empat kategori penghargaan prestisius, yaitu:
- Nyiur Lintang Irawan: Berhasil mengamankan predikat 2nd Place Best Delegate atas kontribusi subtansialnya dalam dinamika sidang kelompok, serta membawa timnya meraih 3rd Place Best Team, 3rd Place Best Speakerpada sesi pemaparan proyek inovasi, dan penghargaan kategori popularitas sebagai Most Favourite Team.
- Hesti Gea Rohmawati: Melalui kepiawaian komunikasi dan penguasaan materi yang mumpuni, Hesti turut menyabet predikat individu terhormat yakni 3rd Place Best Speaker, menduduki posisi 2nd Place Best Delegatedalam kluster bahasannya, serta membawa kelompoknya mengamankan posisi 3rd Place Best Team dan gelar Most Favourite Team.
Jadwal Padat Eksplorasi Akademik dan Budaya
Keberhasilan luar biasa ini tidak diraih dengan instan. Berdasarkan jadwal resmi kegiatan (rundown), seluruh delegasi dihadapkan pada rangkaian agenda yang sangat padat dan menantang selama empat hari penuh di dua negara episentrum kemajuan Asia Tenggara.

Perjalanan dimulai pada hari pertama, Minggu, 20 Juni 2026, di mana para delegasi bertolak dari Terminal 2F Bandara Internasional Soekarno-Hatta menuju Singapura menggunakan maskapai AirAsia. Begitu mendarat di Bandara Changi, mereka langsung dihadapkan pada agenda Cultural Adventure and City Exploration yang mencakup destinasi ikonis seperti Merlion Park dan Universal Studio Singapore untuk memahami manajemen pariwisata global. Agenda hari pertama ditutup secara strategis dengan University Visit and Orientation di kampus terbaik Asia, National University of Singapore (NUS), sebelum para delegasi melanjutkan perjalanan darat malam hari menuju Kuala Lumpur melalui Johor Bahru.
Memasuki hari kedua, Senin, 21 Juni 2026, atmosfer kompetisi dan kolaborasi makin terasa. Dengan mengenakan pakaian Batik sebagai wujud kebanggaan identitas nasional, para delegasi mengeksplorasi situs budaya Batu Caves dan KLCC, dilanjutkan dengan kunjungan akademik dan orientasi di Universiti Malaya (UM). Di universitas peringkat atas Malaysia tersebut, para mahasiswa melakukan observasi mendalam mengenai iklim akademik internasional dan memperluas wawasan riset interdisipliner.
Puncak Kompetisi di Kampus Internasional
Hari ketiga, Selasa, 22 Juni 2026, menjadi titik krusial sekaligus penentu dari seluruh rangkaian program GYIS. Bertempat di kampus International Islamic University Malaysia (IIUM), dengan mengenakan pakaian formal jas lengkap, kemeja putih, dan balutan hijab bernuansa maroon, Nyiur Lintang dan Hesti Gea berhadapan langsung dengan dewan juri internasional dalam sesi SDGs Project Presentation.

Pada sesi kritis ini, kemampuan analisis kefarmasian, kesehatan masyarakat, dan integrasi inovasi sosial yang mereka pelajari di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang diuji secara komprehensif. Penguasaan argumen berbasis data, ketahanan dalam sesi tanya-jawab, serta solusi visioner yang ditawarkan akhirnya mengantarkan mereka ke podium juara pada saat Awarding Delegates yang diumumkan di aula utama IIUM sore harinya.
Rangkaian program bergengsi ini kemudian ditutup secara resmi pada hari keempat, Rabu, 23 Juni 2026, melalui sesi Youth Networking Session and Gift Exchange di kawasan bersejarah Dataran Merdeka dan pusat pemerintahan Putrajaya Malaysia, sebelum akhirnya seluruh delegasi bertolak kembali menuju tanah air melalui Bandara Internasional KLIA2.
Inspirasi untuk Almamater dan Bangsa
Pencapaian internasional yang ditorehkan oleh Nyiur Lintang Irawan dan Hesti Gea Rohmawati ini memancarkan sinyal positif bagi eksistensi FKIK UIN Malang di tingkat global. Prestasi ini membuktikan bahwa mahasiswa tahun pertama (angkatan 2025) telah mampu bersaing, berargumen, dan memimpin di tingkat regional dengan membawa nama baik universitas dan bangsa.

“Prestasi ini bukan hanya milik kami, melainkan sebuah pembuktian bahwa kurikulum, bimbingan dosen, serta atmosfer akademik di Prodi Farmasi FKIK UIN Malang telah selaras dengan tuntutan kompetensi global. Kami berharap ini bisa menjadi pemantik semangat bagi rekan-rekan mahasiswa lainnya untuk tidak ragu melangkah ke panggung internasional,” ungkap delegasi dalam catatan refleksi kegiatan mereka.
Dengan keberhasilan memborong empat kategori penghargaan di ajang Global Youth Innovation Summit 2026 ini, Nyiur Lintang dan Hesti Gea tidak hanya pulang membawa sertifikat juara, tetapi juga membawa jaringan kepemudaan internasional, pengalaman riset aplikatif, serta kebanggaan besar bagi seluruh civitas akademika Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.





