MIU Login

PIONALA Farmasi FKIK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Selenggarakan SCOPOLAMIN 2026 Sebagai Pembekalan Menghadapi OSCE

Malang – PIONALA Farmasi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sukses menyelenggarakan kegiatan SCOPOLAMIN 2026 sebagai program pembekalan dalam menghadapi Objective Structured Clinical Examination (OSCE) pada Minggu, 19 April 2026, bertempat di Auditorium FKIK Lantai 3 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB yang diikuti oleh mahasiswa Farmasi Angkatan 2023 yang akan menghadapi ujian OSCE sebagai bentuk persiapan akademik sekaligus peningkatan kompetensi klinis.

Gambar 1. Foto Bersama

Scopolamin (School of PIO UIN Maliki Malang) merupakan program pembinaan dan pengembangan kompetensi yang diselenggarakan oleh Pusat Informasi Obat (PIO) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Kegiatan ini dirancang sebagai wadah belajar bersama yang berfokus pada peningkatan pemahaman farmakoterapi, farmasetika, serta keterampilan konseling pasien bagi mahasiswa farmasi. Dalam pelaksanaannya, Scopolamin dilaksanakan sebanyak dua kali pertemuan, dengan sistem pembelajaran bertahap dan berkelanjutan. Setiap pertemuan mengangkat topik berbeda sesuai dengan setiap angkatan sehingga peserta memperoleh pemahaman yang komprehensif dan aplikatif.

Materi utama pada kegiatan ini disampaikan oleh Apt. Hj. Alifia Putri Febriyanti, S.Farm., M.Farm.Klin. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan konsep dasar Objective Structured Clinical Examination (OSCE) sebagai metode uji kompetensi apoteker yang dirancang untuk menilai kemampuan peserta secara objektif melalui berbagai station praktik. Pemateri menyampaikan bahwa “OSCE tidak hanya mengukur penguasaan teori, tetapi juga kemampuan peserta dalam berpikir kritis, mengambil keputusan klinis, berkomunikasi secara efektif, serta menunjukkan sikap profesional dalam praktik kefarmasian”.

Gambar 2. Penyampaian Materi

Selanjutnya, pemateri memaparkan alur pelaksanaan station Dispensing dan Komunikasi, Informasi, serta Edukasi (KIE), mulai dari proses skrining resep berdasarkan aspek administrasi, farmasetik, dan klinis, penyusunan copy resep dan etiket, hingga penyerahan obat kepada pasien melalui kegiatan konseling. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai kompetensi yang dinilai dalam OSCE, meliputi kemampuan pengumpulan data dan informasi, penetapan masalah, penyelesaian masalah, pencatatan dan pelaporan, komunikasi efektif, serta sikap dan perilaku profesional sebagai kompetensi utama seorang apoteker.

Selain membahas alur station, pemateri juga menjelaskan rubrik penilaian OSCE sehingga peserta dapat memahami aspek-aspek yang menjadi fokus penilaian penguji. Beberapa aspek penting yang ditekankan meliputi ketepatan dalam pencatatan dan pelaporan, kemampuan komunikasi efektif kepada pasien, serta profesionalisme selama menjalankan praktik kefarmasian. Peserta juga diperkenalkan dengan lembar penilaian yang digunakan penguji sehingga memiliki gambaran mengenai standar kelulusan dan indikator keberhasilan dalam setiap station.

Pada sesi berikutnya, pemateri memberikan pembahasan mendalam mengenai parameter konseling pasien yang menjadi salah satu kompetensi utama dalam OSCE. Peserta dibimbing mengenai tahapan konseling yang benar, mulai dari membuka komunikasi dengan salam dan perkenalan, melakukan penggalian informasi terkait kondisi pasien, memberikan informasi obat secara lengkap, menjelaskan terapi nonfarmakologi, memberikan kesempatan kepada pasien untuk bertanya, memberikan motivasi, hingga menutup konseling dengan baik. Pemateri menekankan bahwa komunikasi yang efektif dan berpusat pada pasien merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam menghadapi OSCE maupun praktik kefarmasian di dunia kerja.

Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan sesi diskusi interaktif, tanya jawab, serta berbagi pengalaman mengenai pelaksanaan OSCE. Peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan berbagai kendala yang sering dihadapi saat mengikuti ujian praktik, kemudian pemateri memberikan tips dan strategi dalam mengelola waktu, menjaga ketenangan, meningkatkan ketelitian, serta membangun rasa percaya diri selama berada di setiap station OSCE. Pemateri juga menegaskan bahwa OSCE bukan hanya tentang lulus ujian, tetapi juga membentuk kebiasaan kerja seorang apoteker yang profesional di dunia nyata. Selanjutnya, Renoven Pratama Putra, S.Farm. memberikan penguatan materi berupa teknik komunikasi, manajemen waktu, dan tips menghadapi station OSCE berdasarkan pengalaman praktik.

Setelah sesi penyampaian materi oleh kedua pemateri selesai, kegiatan dilanjutkan dengan praktik Station Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) yang diikuti oleh seluruh peserta. Peserta melakukan simulasi konseling pasien sesuai alur dan standar penilaian OSCE mulai dari membuka komunikasi, menggali informasi pasien, memberikan edukasi obat, hingga menutup konseling secara profesional. Praktik dipandu langsung oleh Renoven Pratama Putra, S.Farm. Setelah seluruh peserta menyelesaikan simulasi, pemateri menyampaikan evaluasi mengenai teknik komunikasi, ketepatan penyampaian informasi obat, kelengkapan tahapan konseling, manajemen waktu, sikap profesional, serta aspek yang masih perlu diperbaiki sebagai bekal menghadapi OSCE.

Gambar 3. Simulasi OSCE

Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti seluruh rangkaian acara dengan antusias dan aktif berpartisipasi dalam sesi diskusi. Melalui kegiatan SCOPOLAMIN 2026, peserta memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai mekanisme pelaksanaan OSCE, standar penilaian, teknik konseling pasien, serta strategi dalam menghadapi setiap station ujian. Pembekalan ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapan peserta, baik dari aspek pengetahuan, keterampilan klinis, maupun profesionalisme sehingga mampu memperoleh hasil terbaik dalam pelaksanaan OSCE.

Gambar 4. Penyerahan Sertifikat

Melalui penyelenggaraan SCOPOLAMIN 2026, PIONALA Farmasi FKIK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program pengembangan kompetensi yang mendukung peningkatan kualitas akademik dan profesionalisme mahasiswa Farmasi. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kontribusi PIONALA dalam mempersiapkan calon apoteker yang kompeten, percaya diri, serta siap memberikan pelayanan kefarmasian yang berkualitas kepada masyarakat.

Penulis: Tim Publikasi PIONALA Farmasi FKIK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Berita Terkait