MIU Login

Etnomedisin sebagai Masa Depan Riset Farmasi: Kuliah Tamu UIN Malang Beri Perspektif Baru

Program Studi Magister Farmasi FKIK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggarakan kegiatan kuliah tamu sebagai bagian dari upaya penguatan akademik dan perluasan wawasan riset mahasiswa. Kegiatan ini mengangkat tema “Pendekatan Metodologi Kualitatif dalam Penelitian Etnomedisin” yang relevan dengan perkembangan keilmuan farmasi berbasis masyarakat dan budaya. Kuliah tamu dilaksanakan pada Rabu, 22 April 2026 pukul 08.00–10.00 WIB bertempat di Ruang Auditorium Gedung Ibnu Sina Lantai 3, Kampus 3 UIN Malang. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa Magister Farmasi dengan antusiasme tinggi sebagai bentuk ketertarikan terhadap pengembangan riset multidisiplin.

Kuliah tamu menghadirkan narasumber Dr. Maximus M. Taek dari Universitas Katolik Widya Mandira Kupang yang merupakan pakar di bidang etnomedisin. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa etnomedisin merupakan praktik pengobatan berbasis pengetahuan lokal yang diwariskan secara turun-temurun dalam suatu komunitas dan menjadi bagian dari kajian antropologi kesehatan. Materi yang disampaikan mencakup konsep dasar etnomedisin, cakupan penelitian, serta pendekatan metodologi kualitatif yang bersifat eksploratif dan deskriptif. Penelitian etnomedisin menitikberatkan pada pemahaman fenomena sosial, budaya, dan perilaku kesehatan masyarakat melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi lapangan.

Beliau menjelaskan bahwa penelitian kualitatif dalam etnomedisin dilakukan secara naturalistik dengan peneliti sebagai instrumen utama yang berinteraksi langsung dengan masyarakat. Tahapan penelitian dimulai dari proses masuk ke lokasi (get-in location), membangun kepercayaan dengan masyarakat, hingga pemilihan informan secara purposif dan snowball sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara terbuka, serta dokumentasi, yang kemudian dianalisis melalui proses reduksi data, kategorisasi, dan interpretasi tematik. Pendekatan ini memungkinkan peneliti memperoleh pemahaman mendalam terkait praktik pengobatan tradisional dan hubungannya dengan sistem medis modern.

Kegiatan berlangsung secara tertib dan interaktif, diawali dengan pembukaan oleh panitia kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh narasumber. Selama sesi berlangsung, peserta aktif mengikuti pemaparan materi dan terlibat dalam diskusi yang dinamis. Pada sesi tanya jawab, mahasiswa mengajukan berbagai pertanyaan terkait implementasi metodologi kualitatif serta peluang pengembangan penelitian etnomedisin dalam bidang farmasi. Diskusi tersebut mencerminkan tingginya minat mahasiswa terhadap pengembangan riset inovatif berbasis budaya dan masyarakat.

Berdasarkan hasil wawancara dengan Ketua Program Studi Magister Farmasi, Dr. apt. Burhan Ma’arif Z.A., S.Farm., M.Farm., disampaikan bahwa bidang etnomedisin masih memiliki keterbatasan jumlah ahli sehingga penting bagi mahasiswa untuk memahami konsep serta metodologinya secara mendalam. Beliau menegaskan bahwa etnomedisin merupakan integrasi antara ilmu antropologi dan farmasi sosial yang memiliki kekuatan pada aspek sosial sains. Oleh karena itu, bidang ini menjadi salah satu arah strategis dalam pengembangan keilmuan kefarmasian di masa mendatang. Beliau berharap kegiatan ini dapat membuka wawasan mahasiswa dalam menentukan arah penelitian yang lebih variatif dan tidak terbatas pada topik konvensional. Etnomedisin dinilai mampu menjadi alternatif pengembangan riset, khususnya dalam bidang farmasi komunitas dan kedokteran komunitas, sehingga menghasilkan penelitian yang lebih kontekstual dan multidisiplin. Dengan adanya kegiatan kuliah tamu ini, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan penelitian yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat serta perkembangan ilmu pengetahuan di bidang farmasi.

Kontributor: Ria Najja Nila Nafi’ah (PSSF 23) & Jasmine Athiyya Arva Ma`Sum (PSSF 23)

Berita Terkait