Malang, 15 September 2025– Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Malang tengah mempersiapkan pendirian Program Studi Magister (S2) Ilmu Biomedik yang ditargetkan mulai menerima mahasiswa baru pada tahun ajaran 2026. Program ini diinisiasi sebagai salah satu program kerja FKIK sejak satu tahun lalu hingga saat ini diterbitkannya Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 775/B/O/2025 tentang Izin Pembukaan Program Studi Ilmu Biomedis Program Magister pada Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang di Kota Malang yang Diselenggarakan oleh Kementerian Agama.
Pendirian S2 Ilmu Biomedik ini dikoordinatori langsung oleh tim khusus yang diketuai oleh Dr. dr. Ermin Rachmawati, M.Biomed., bersama dengan dosen dan civitas akademika FKIK UIN Malang. Menurutnya, hadirnya program ini dilatarbelakangi oleh prospek masa depan lulusan ilmu biomedik yang luas, baik di bidang akademik maupun industri kesehatan.
“Harapannya dari pendirian S2 Ilmu Biomedik FKIK UIN Malang ini bisa menjadi jembatan untuk mahasiswa agar dapat berkarir lebih tinggi melalui kerja sama kami dengan pihak luar negeri yakni Malaysia, Singapura, Thailand, Jepang dan Taiwan. Sehingga mahasiswa kami diberi kesempatan untuk magang atau mendapat dukungan beasiswa di universitas ternama,” ujar Dr. dr. Ermin Rachmawati, M.Biomed.

Sebelumnya, Tim S2 Biomedik terlebih dahulu melakukan studi kelayakan yang melibatkan analisis dunia kerja, kebutuhan masyarakat, serta komparasi keilmuan kesehatan di berbagai institusi. Hasil studi menunjukkan bahwa, lulusan S2 Ilmu Biomedik berpotensi besar untuk dikembangkan di Universitas UIN Malang, yakni di bidang akademik, industri farmasi dan biomedis.
Selain itu, tim juga mengadakan survei kepada alumni FKIK UIN Malang yang telah menyelesaikan studi Magister Biomedik serta menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama stakeholder dari industri kesehatan, di antaranya Prodia, BRIN, dan BPOM. Hasilnya, kebutuhan tenaga ahli biomedik semakin mendesak, terutama dalam pengembangan riset dan produk kesehatan.
Visi utama program ini adalah mengembangkan keilmuan biomedis integratif yang memadukan sains dan Islam dengan standar internasional, khususnya untuk mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat serta kesehatan jamaah haji yang berkaitan dengan proses penuaan dan penyakit degeneratif.
Pada sesi wawancara, Dr. dr Ermin menyampaikan bahwa rencana pembukaan ajaran baru yakni pada tahun 2026, meliputi empat peminatan utama, yakni:
- Program inovasi pencegahan penyakit degeneratif pada jamaah haji.
- Terapi regeneratif pada jamaah haji.
- Vaksin dan pengendalian penyakit infeksi pada jamaah haji.
- Inovasi aplikasi biomedis untuk jamaah haji.
Program ini juga akan berkolaborasi erat dengan program unggulan FKIK UIN Malang lainnya, yakni HIPE.
Dengan kehadiran program S2 Ilmu Biomedik ini, FKIK UIN Malang menegaskan komitmennya untuk menghasilkan lulusan yang unggul, berdaya saing internasional, serta mampu memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan kesehatan masyarakat, khususnya bagi jamaah haji.
Kontributor: Raina Habibatul Haq (PSPD 22) dan Achmad Khidir Afandi (PSPD 23)





