贫穷的 – Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) kembali mengukuhkan komitmennya dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui pelaksanaan 朝觐跨专业教育 (HIPE) 3 dan HIPE-Kuliah Kerja Masyarakat (KKM). Program unggulan ini berfokus pada pendampingan kesehatan komprehensif bagi calon jamaah haji di wilayah Kota Batu.
Fokus utama pelaksanaan HIPE 3 adalah penggalian dat kesehatan (anamnesis) para calon jamaah haji. Selanjutnya program dilanjutkan dengan HIPE-KKM mencangkup identifikasi masalah kesehatan, edukasi, hingga coaching, 监测, dan evaluasi kondisi kesehatan para calon jamaah.
“Pendampingan ini dilakukan secara terpadu. Mahasiswa tidak hanya menggali data kesehatan awal jamaah melalui anamnesis, tetapi juga memberikan edukasi berkelanjutan serta pemantauan (监测 dan evaluasi) guna memastikan kondisi fisik jamaah tetap optimal menjelang keberangkatan,” ujar Bu Laras.

Sinergi Lintas Sektor dan Kehadiran Para Pemangku Kepentingan
Pelaksanaan HIPE ini mengusung semangat kolaborasi multisektoral. Koordinator HIPE 3, Bu Yen Yen, menyampaikan bahwa program pendampingan ini terlaksana berkat sinergi erat antara FKIK dengan instansi-instansi strategis di Kota Batu.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan dan perwakilan dari berbagai instansi mitra, di antaranya:
- Kepala Kementerian Agama (Kemenag) / Penyelenggara Haji dan Umrah Kota Batu
- Perwakilan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu
- Kepala Puskesmas serta Penanggung Jawab (PJ) Program Kesehatan Haji Puskesmas se-Kota Batu
- Ketua KBIH Al-Ikhlas Kota Batu
Selain sinergi eksternal, program ini secara internal dirancang untuk memperkuat implementasi Interprofessional Education (IPE). Mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu kesehatan di lingkungan FKIK, seperti Kedokteran dan Farmasi, diterjunkan bersama untuk belajar dan berkolaborasi dalam menyelesaikan permasalahan kesehatan jamaah di lapangan.
Pembekalan Matang dan Diskusi Puskesmas
Guna memastikan kualitas pendampingan di lapangan, seluruh mahasiswa peserta HIPE mendapatkan pembekalan intensif sebelum terjun langsung ke masyarakat. Tak hanya itu, mahasiswa juga diajak untuk berdiskusi langsung dengan PJ program kesehatan haji di berbagai Puskesmas se-Kota Batu.
“Sebelum terjun ke lapangan, mahasiswa dibekali materi dan arahan teknis. Mereka juga melakukan diskusi mendalam bersama PJ program di Puskesmas wilayah Kota Batu untuk menyelaraskan data serta strategi pendampingan agar sesuai dengan standar pelayanan kesehatan daerah,” tambah Bu Laras.
Harapan Strategis Pimpinan dan Pengelola Program
Keberlanjutan program HIPE ini mendapat perhatian penuh dari pimpinan fakultas dan pengelola unit. Ketua Unit, Dr. Tias, menyampaikan harapannya agar program HIPE tidak sekadar menjadi agenda tahunan biasa, melainkan terus tumbuh menjadi program strategis yang memberikan dampak luas dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Secara garis besar, Dr. Tias menekankan tiga poin harapan utama terhadap keberlanjutan program HIPE:
- Menjadi Program Unggulan dan Ciri Khas Fakultas: HIPE diharapkan terus berkembang sebagai flagship program FKIK yang menjadi pembeda utama dengan fakultas kesehatan lainnya, khususnya dalam integrasi pendidikan kesehatan berbasis kebutuhan nyata jamaah haji.
- Mendorong Integrasi Pendidikan Interprofesional (IPE): Menguatkan budaya kolaborasi lintas disiplin ilmu sejak dini antara mahasiswa kedokteran, farmasi, dan disiplin terkait lainnya dalam satu ekosistem pelayanan kesehatan terpadu.
- Memberikan Dampak Nyata Bagi Masyarakat: Memberikan kontribusi konkret dalam meningkatkan kesiapan kesehatan calon jamaah haji (pencapaian status 伊斯提萨 kesehatan), melakukan deteksi dini potensi masalah kesehatan, serta menggalakkan edukasi preventif berbasis komunitas bagi calon jamaah.
Melalui keberlanjutan program HIPE 3 dan HIPE-KKM ini, FKIK mempertegas posisinya sebagai institusi pendidikan tinggi yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga hadir memberikan solusi nyata bagi kesehatan masyarakat dan jamaah haji Indonesia.





