MIU登录

LGTC BATCH 2 DEMA FKIK UIN MALANG IMPLEMENTASIKAN HASIL RISET SABUN MINYAK BIJI MIMBA DI MA ANNUR 3 BULULAWANG

Malang, 12 Agustus 2026 — Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (DEMA FKIK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melalui Divisi Penelitian dan Pengembangan (Litbang) melaksanakan Litbang Goes to Community (LGTC) Batch 2 di MA Annur 3 Bululawang, Kabupaten Malang. Program ini menjadi bagian dari rangkaian FKIK Beraksi 2026 bertema “Bloom & Root” serta mengintegrasikan implementasi hasil penelitian mahasiswa, uji penerimaan produk, dan edukasi kesehatan bagi peserta didik.

LGTC Batch 2 merupakan kelanjutan dari penelitian yang telah dilaksanakan tim sejak 25 Juni 2026. Penelitian berfokus pada pengembangan formulasi sabun batang berbasis minyak nabati dengan menggunakan minyak kelapa (coconut oil), minyak jarak (castor oil), minyak zaitun (olive oil), serta minyak biji mimba (neem seed oil) dari tanaman Azadirachta indica A. Juss. Pemilihan minyak biji mimba sebagai salah satu komponen dalam formulasi didasarkan pada laporan ilmiah mengenai potensi aktivitas antibakteri minyak mimba secara in vitro [1,2]. Namun, penelitian LGTC Batch 2 tidak menguji aktivitas antibakteri sediaan akhir, melainkan difokuskan pada pengembangan formulasi, evaluasi mutu sediaan, dan penerimaan pengguna melalui uji hedonik. Oleh karena itu, laporan aktivitas antibakteri minyak biji mimba digunakan sebagai landasan ilmiah pemilihan bahan, bukan sebagai klaim bahwa sabun yang dikembangkan telah terbukti memiliki aktivitas antibakteri.

Penelitian tersebut mengangkat judul “Formulasi dan Evaluasi Mutu Sabun Batang Berbasis Minyak Biji Mimba (Azadirachta indica A. Juss.): Uji Hedonik pada Formula Terpilih”. Dalam prosesnya, tim menyusun dan mengevaluasi beberapa formula untuk memperoleh formula dengan karakteristik mutu yang paling sesuai. Formula terpilih selanjutnya digunakan dalam uji hedonik untuk memperoleh gambaran mengenai tingkat kesukaan dan penerimaan pengguna terhadap sabun yang dikembangkan.

Pelaksanaan penelitian LGTC Batch 2 berada di bawah bimbingan apt. Mayu Rahmayanti, S.Farm., M.Sc. yang mendampingi tim sejak proses pengembangan penelitian hingga implementasi produk kepada masyarakat. Terkait pelaksanaan kegiatan tersebut, beliau menyampaikan:

“Mengimplementasikan hasil belajar dikelas dan penelitian dilaboratorium kepada masyarakat adalah bentuk pengabdian yang dapat dirasakan langsung manfaatnya kepada masyarakat.”

Kegiatan dilaksanakan di MA Annur 3 Bululawang yang berlokasi di Jalan Pahlawan Raya, Jl. Diponegoro 4 No. 262, Bululawang, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur 65171. Tim LGTC melaksanakan rangkaian pengujian dan kegiatan lapangan sejak pukul 07.00 hingga 16.00 WIB, bersamaan dengan rangkaian FKIK Beraksi 2026.

Sebanyak lebih dari 150 peserta didik mengikuti rangkaian kegiatan edukasi kesehatan yang dilaksanakan dalam LGTC Batch 2. Dari jumlah tersebut, 70 peserta didik, yang terdiri atas 50 siswa dan 20 siswi, juga terlibat sebagai responden dalam uji hedonik sabun batang. Dengan demikian, responden uji hedonik tidak hanya memberikan penilaian terhadap produk, tetapi juga mengikuti edukasi mengenai kebersihan tangan dan praktik mencuci tangan yang benar sebagai bagian dari keseluruhan rangkaian kegiatan.

Dalam uji hedonik, responden diarahkan untuk menggunakan formula terpilih kemudian memberikan penilaian terhadap karakteristik produk, meliputi tampilan dan karakter fisik sabun, pengalaman selama penggunaan, kenyamanan, serta penerimaan produk secara keseluruhan. Tahap ini dilakukan untuk memperoleh informasi mengenai respons pengguna terhadap formula yang sebelumnya telah melalui proses pengembangan dan evaluasi di laboratorium.

Gambar 1. Tim LGTC Batch 2 memperkenalkan sabun batang hasil penelitian kepada peserta kegiatan di MA Annur 3 Bululawang.

Pengujian produk kemudian diintegrasikan dengan edukasi mengenai kebersihan tangan. Tim menjelaskan bahwa tangan dapat menjadi media perpindahan mikroorganisme setelah berkontak dengan berbagai permukaan. Apabila kebersihan tangan tidak dijaga, mikroorganisme dapat berpindah melalui makanan maupun kontak dengan bagian tubuh sehingga meningkatkan risiko terjadinya gangguan kesehatan, termasuk pada saluran pencernaan dan kulit.

Materi edukasi dilanjutkan dengan demonstrasi dan praktik enam langkah mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir yang mengacu pada materi edukasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia [3]. Enam langkah tersebut meliputi pembersihan telapak tangan, punggung tangan dan sela-sela jari, bagian dalam sela jari, jari-jari dalam posisi saling mengunci, ibu jari, serta ujung-ujung jari. Melalui praktik secara langsung, peserta diharapkan tidak hanya memahami pentingnya menjaga kebersihan tangan, tetapi juga mampu menerapkan teknik mencuci tangan secara tepat dalam aktivitas sehari-hari.

Gambar 2. Tim LGTC Batch 2 memberikan pengarahan kepada peserta sebelum pelaksanaan pengujian dan praktik mencuci tangan.

Gambar 3. Peserta didik mempraktikkan teknik mencuci tangan menggunakan sabun hasil penelitian sebagai bagian dari edukasi kesehatan.

Ketua LGTC Batch 2, Helmi Syahrizal Iskandar, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diarahkan agar penelitian mahasiswa memiliki ruang implementasi yang lebih luas dan tidak berhenti pada proses eksperimental di laboratorium.

“Kami berharap penelitian mahasiswa tidak berhenti sebatas kegiatan eksperimental di laboratorium. Hasil penelitian perlu memiliki ruang untuk diimplementasikan dan dikomunikasikan kepada masyarakat agar ilmu yang dikembangkan di lingkungan akademik dapat memberikan manfaat yang nyata. Melalui LGTC, penelitian juga kami integrasikan dengan kegiatan edukasi sehingga masyarakat tidak hanya mengenal produk yang dikembangkan, tetapi juga memperoleh pengetahuan yang relevan dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,”

Keterlibatan masyarakat juga memberikan nilai evaluatif bagi tim penelitian. Melalui interaksi langsung dengan responden, mahasiswa dapat mengamati bagaimana produk hasil pengembangan diterima oleh calon pengguna sekaligus memperoleh masukan yang dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pengembangan penelitian berikutnya.

Gambar 4. Proses formulasi dan pengembangan sabun batang berbasis minyak biji mimba oleh tim LGTC Batch 2 di laboratorium.

Gambar 5. Variasi bentuk sabun batang yang dikembangkan dalam proses formulasi LGTC Batch 2.

Kolaborasi LGTC Batch 2 dengan FKIK Beraksi memperluas jangkauan kegiatan penelitian dan edukasi. Melalui kegiatan tersebut, hasil penelitian mahasiswa diperkenalkan secara langsung kepada masyarakat, sementara peserta didik memperoleh kesempatan untuk terlibat dalam pengujian produk sekaligus menerima edukasi mengenai perilaku hidup bersih dan sehat.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang pelaksanaan kegiatan, mulai dari sesi pengarahan, praktik penggunaan sabun, pengisian penilaian, hingga edukasi mencuci tangan. Keterlibatan aktif peserta mendukung terciptanya interaksi dua arah antara mahasiswa sebagai peneliti dan masyarakat sebagai pengguna produk sekaligus penerima manfaat edukasi.

Gambar 6. Tim LGTC Batch 2 bersama perwakilan peserta didik dalam rangkaian FKIK Beraksi di MA Annur 3 Bululawang.

通过 Litbang Goes to Community (LGTC) Batch 2, Divisi Litbang DEMA FKIK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berupaya mendorong budaya penelitian mahasiswa yang tidak hanya berorientasi pada proses akademik, tetapi juga memiliki arah kebermanfaatan sosial. Integrasi penelitian, evaluasi pengguna, edukasi kesehatan, dan pengabdian kepada masyarakat diharapkan dapat memperkuat peran mahasiswa sebagai bagian dari sivitas akademika yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Kegiatan ini menjadi jembatan antara ilmu yang dikembangkan di laboratorium dan kebutuhan masyarakat. Melalui pengembangan produk berbasis penelitian serta penyampaian edukasi secara langsung, LGTC Batch 2 diharapkan terus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk belajar, mengembangkan inovasi, dan menghadirkan kontribusi yang relevan serta berkelanjutan bagi masyarakat.

Malang, 12 Agustus 2026

Dibuat oleh,

Helmi Syahrizal Iskandar
主席 Litbang Goes to Community (LGTC) Batch 2

 

Referensi

[1] Del Serrone, P., Toniolo, C., & Nicoletti, M. (2015). Neem (Azadirachta indica A. Juss) oil to tackle enteropathogenic Escherichia coli. BioMed Research International, 2015, 343610. https://doi.org/10.1155/2015/343610

[2] Del Serrone, P., Toniolo, C., & Nicoletti, M. (2015). Neem (Azadirachta indica A. Juss) oil: A natural preservative to control meat spoilage. Foods, 4(1), 3–14. https://doi.org/10.3390/foods4010003

[3] Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Direktorat Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan. (2022). 6 Langkah Mencuci Tangan. Direktorat Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diperbarui 12 Januari 2024.

相关新闻