Program Studi Farmasi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggarakan acara “Penerimaan Mahasiswa Program Studi Magister Farmasi” pada Rabu, 18 Februari 2026. Kegiatan ini berlangsung di ruang rapat lantai 2 Gedung Ar-Rahim FKIK Kampus 3 UIN Malang. Acara ini menjadi momentum penting karena menjadi pelaksanaan perdana penerimaan mahasiswa pada jenjang Magister Farmasi. Kegiatan tersebut menandai dimulainya perjalanan akademik Angkatan pertama Magister Farmasi serta komitmen program studi dalam mengembangkan pendidikan pascasarjana yang unggul di bidang kefarmasian.
Acara ini dihadiri oleh Dekan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Prof. Dr. dr. Yuyun Yueniwati PW., M.Kes., Sp.Rad (K), Wakil Dekan 1 Dr. dr. Ermin Rachmawati, M. Biomed, Wakil Dekan 2 dr. Alvi Milliana, M.Biomed, Wakil Dekan 3 Dr. Begum Fauziyah, M.Farm, Kabag TU Fakulta kedokteran dan Ilmu Kesehatan Nur farida, S.Psi, Ketua Program Studi Magister Farmasi Dr. apt. Burhan Ma’arif Z.A., M.Farm, Sekretaris Program Studi Magister Farmasi Dr. Dewi Sinta Megawati, M.Sc, Ketua Program Studi Sarjana Farmasi, Prof. Dr. Roihatul Mutiah, SF., M.Kes., Apt., Sekretaris Program Studi, Dr. Apt. Yen Yen Indrawijaya, S.Farm., M.Farm.Klin, Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker Dr. apt. Rahmi Annisa, M.Farm, Sekretaris Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker Dr. apt. Wirda Anggraini, M. Farm, Ketua Program Studi S2 Ilmu Biomedis Dr. drg. Anik Listiyana, M.Biomed, Sekretaris Program Studi S2 Ilmu Biomedis Dr. Zainabur Rahmah, S.Si., M.Si, dan apt. Abdul Hakim, S.Si.M.PI., M.Farm selaku pembacaan doa.

Ketua Program Studi Magister Farmasi, Dr. apt. Burhan Ma’arif Z.A., M.Farm menyampaikan bahwa makna dan peran penting kegiatan PBAK bagi mahasiswa baru S2 Farmasi adalah dapat mengenal kampus dari seluruh aspek yaitu akademik, struktur organisasi, dan lingkungan dari kampus ini. Harapannya setelah diselenggarakan acara ini adalah mahasiswa dapat memahami materi-materi yang telah disampaikan sehingga tidak ada masalah saat melakukan pembelajaran. Selain itu, angkatan pertama ini diharapkan mampu berproses dengan baik selama perkuliahan sehingga dapat turut mengembangkan program studi dan fakultas. Oleh karena itu, sebagai angkatan pertama, mahasiswa Magister Farmasi diharapkan menjadi fondasi utama dalam membangun budaya akademik, menjaga mutu pendidikan, serta memperkuat reputasi program studi di tingkat institusi maupun nasional.
Pada Program Studi Magister Farmasi ini lebih berfokus pada ilmu farmasi bahan alam, teknologi farmasi dan kimia farmasi dengan mengembangkan produk-produk halal dan produk-produk yang mendukung jamaah haji. Pada program magister ini, arahnya ialah lebih ke bidang akademis sehingga dapat melakukan riset-riset yang besar dalam tingkat nasional dan internasional. Produk yang dihasilkan dapat berupa inovasi-inovasi teknologi pembuatan obat dan dokumen ilmiah yang dapat bermanfaat bagi pendidikan dan masyarakat umum. Beliau juga berpesan kepada mahasiswa baru Program Studi Magister Farmasi untuk bersemangat dalam menjalani studi, dengan planning dan tujuan yang sudah terstruktur.
Selain itu, beliau juga menyatakan bahwa integrasi nilai akademik, etika, dan profesionalisme dalam program studi ini sangatlah penting, karena apabila tidak ada etika, nilai akademik tersebut tidak ada maknanya. Hal tersebut telah ditekankan pada PBAK bahwa mahasiswa baru harus menanamkan nilai-nilai keislaman dan kepribadian ulul albab. Harapannya, mereka dapat menjalankan kompetensi keilmuan dengan berlandaskan etika dan profesionalisme. “Jadilah akademisi yang beradab, dengan menjunjung tinggi keilmuan, menjunjung tinggi agama”, begitu pesan Dr. apt. Burhan.

Mahasiswa baru Program Studi Magister Farmasi ini diharapkan dapat lulus secara tepat waktu, sebab ketika seseorang berusaha dengan start tempo lebih awal, maka ia akan dengan mudah mencapai tujuan akhirnya lebih cepat. Menjadi mahasiswa baru Program Studi Magister Farmasi merupakan suatu kehidupan baru yang akan ditempuh, maka seharusnya mereka dapat menikmati segala proses yang dilewatinya. Meski dirasa sulit, tapi jangan mudah untuk menyerah.
Kontributor: Nailah Khansa Shabrina (PSSF 25) dan Salsabilla Septiana Azahra (PSSF 25)





