MIU Login

“Langkah Awal Menuju Generasi Farmasi Berintegritas: Pembukaan PPLF 2026”

Bukan sekadar pembukaan, PPLF 2026 hadir dengan energi dan dukungan dari para pemimpin mahasiswa farmasi di tingkat nasional dan wilayah. Kegiatan Primary Pharmaceutical Leadership Forum (PPLF) 2026 resmi dibuka dengan dihadiri oleh Sekretaris Jenderal Ikatan Senat Mahasiswa Farmasi Seluruh Indonesia (ISMAFARSI) dan Koordinator Wilayah ISMAFARSI Batara Jatim, yang turut memberikan dukungan bagi proses kaderisasi dan pengembangan kepemimpinan mahasiswa baru Program Studi Sarjana Farmasi angkatan 2026.

Kegiatan Primary Pharmaceutical Leadership Forum (PPLF) 2026 diawali dengan acara pembukaan yang menjadi momentum resmi dimulainya rangkaian kegiatan pengkaderan bagi mahasiswa baru Program Studi Sarjana Farmasi angkatan 2026. Kegiatan pembukaan dilaksanakan di Auditorium Lantai 3 Gedung Ar-Rahim Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan diikuti oleh seluruh peserta PPLF 2026 dengan penuh antusias. Pembukaan menjadi langkah awal bagi peserta untuk mengenal lebih dekat dunia perkuliahan, kehidupan kemahasiswaan, serta nilai-nilai yang perlu dimiliki sebagai bagian dari keluarga besar Program Studi Farmasi.

Rangkaian pembukaan diawali dengan pembukaan acara dan penyampaian sambutan-sambutan sebagai bentuk penyambutan sekaligus pengantar bagi mahasiswa baru dalam mengikuti seluruh rangkaian PPLF 2026. Kehadiran Sekretaris Jenderal (Sekjend) ISMAFARSI Nasional dan Koordinator Wilayah ISMAFARSI (Korwil) BATARA JATIM turut memberikan makna penting dalam pelaksanaan pembukaan, sekaligus menjadi bentuk dukungan dan apresiasi terhadap terselenggaranya kegiatan PPLF 2026 serta proses kaderisasi mahasiswa Farmasi. Melalui pembukaan tersebut, peserta diperkenalkan pada tujuan dan makna PPLF sebagai wadah pengembangan karakter, potensi, serta jiwa kepemimpinan mahasiswa Farmasi.

Gambar 1. (Pembukaan Simbolis)

Setelah sesi pembukaan, peserta mendapatkan pematerian melalui tiga materi utama yang disampaikan oleh pemateri yang kompeten di bidangnya. Materi pertama mengenai “10 Stars Pharmacist” memberikan pemahaman kepada peserta mengenai berbagai peran dan kompetensi yang perlu dimiliki seorang farmasis, sehingga peserta dapat memperoleh gambaran yang lebih luas mengenai profesi yang akan mereka jalani. Materi selanjutnya memperkenalkan ISMAFARSI (Ikatan Senat Mahasiswa Farmasi Seluruh Indonesia) sebagai

organisasi mahasiswa farmasi tingkat nasional yang menjadi ruang untuk berjejaring, berkolaborasi, mengembangkan potensi, serta berkontribusi dalam bidang kefarmasian.

Pembekalan kemudian dilanjutkan dengan materi jiwa kepemimpinan yang mengajak peserta untuk memahami pentingnya kemampuan memimpin, berkomunikasi, mengambil keputusan, bekerja sama, serta bertanggung jawab terhadap peran yang diemban. Materi tersebut menjadi bagian penting dalam pembukaan PPLF karena kepemimpinan tidak hanya dibutuhkan dalam organisasi, tetapi juga dalam proses pembentukan pribadi mahasiswa yang aktif dan mampu memberikan kontribusi positif di lingkungan akademik maupun masyarakat.

Gambar 2. (Penyampaian Materi dan Sesi Disukusi)

Melalui rangkaian pembukaan tersebut, PPLF 2026 tidak hanya menjadi kegiatan penyambutan bagi mahasiswa baru, tetapi juga menjadi tahap awal dalam proses membangun identitas dan karakter mahasiswa Farmasi. Peserta diajak untuk mulai memahami bahwa perjalanan sebagai mahasiswa Farmasi tidak hanya berkaitan dengan pencapaian akademik, tetapi juga membutuhkan integritas, kebijaksanaan, rasa tanggung jawab, kemampuan bekerja sama, dan keberanian untuk mengambil peran sebagai seorang pemimpin.

Ketua Pelaksana PPLF 2026, Muhammad Fahim Tamimul Himam, menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi mahasiswa baru untuk berkembang secara utuh, baik dalam aspek akademik maupun nonakademik. Melalui PPLF 2026, peserta diharapkan mampu memperoleh wawasan baru, membangun relasi, serta menumbuhkan karakter yang dapat menjadi bekal dalam menjalani kehidupan perkuliahan, organisasi, hingga kehidupan profesional sebagai   calon tenaga  kefarmasia.

Berita Terkait