BATU- Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Kurikulum Program Studi Sarjana Farmasi, Pendidikan Profesi Apoteker, dan Magister Farmasi pada Rabu, 12 Agustus 2026. Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan secara hybrid, yakni luring bertempat di Ruang Auditorium Lantai 3, Gedung Ibnu Sina, Kampus III UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, serta secara daring melalui platform Zoom Meeting.
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi penguatan arah akademik di lingkungan rumpun ilmu kefarmasian FKIK UIN Malang, yang mencakup jenjang sarjana (S1), tahap profesi, hingga magister (S2).

Acara dibuka secara resmi oleh Dekan FKIK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. dr. Yuyun Yueniwati P.W., M.Kes, Sp.Rad(K). Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi serta penekanan atas pentingnya pembaruan dan sosialisasi kurikulum guna menjawab tantangan perkembangan teknologi kesehatan dan kebutuhan masyarakat modern.

Pemaparan Materi 1: Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker (PSPPA)
Memasuki sesi penyampaian materi pertama, pemaparan dibuka oleh Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker (PSPPA) yang disampaikan oleh apt. Siti Maimunah, M.Farm.. Beliau membawakan materi bertajuk “Sosialisasi Pemutakhiran Kurikulum Dokumen Kurikulum Berbasis Outcome Based Education (OBE) Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker (PSPPA) FKIK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang 2026″.
Dalam pemaparannya, apt. Siti Maimunah menjelaskan bahwa pemutakhiran kurikulum PSPPA didasari oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (seperti artificial intelligence, bioteknologi, dan data sains), kebutuhan dunia kerja, regulasi terbaru, serta hasil evaluasi internal dan tracer study. Struktur Kurikulum OBE 2026 PSPPA dirancang dengan beban studi 40 SKS yang ditempuh dalam 2 semester mencakup 1.200 jam Praktik Kerja Profesi Apoteker (PKPA). Kurikulum ini memiliki 12 Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) yang terintegrasi dalam 6 Area Kompetensi Apoteker Nasional. Sebagai pembeda strategis, PSPPA mengintegrasikan kekhasan Kesehatan Haji dan Produk Halal melalui mata kuliah seperti Pharmapreneur Kesehatan Haji dan modul Halal Assurance System (HAS).

Pemaparan Materi 2: Program Studi Magister Farmasi (PSMF)
Sesi materi kedua dilanjutkan oleh Program Studi Magister Farmasi (PSMF) yang dipaparkan oleh Dr. Dewi Sinta Megawati, M.Sc. dengan materi “Sosialisasi Kurikulum Program Studi Magister Farmasi FKIK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Tahun 2026”.
Dr. Dewi Sinta Megawati, M.Sc. mengungkapkan bahwa penyusunan kurikulum PSMF dilatarbelakangi oleh tingginya kebutuhan SDM kefarmasian jenjang magister serta upaya memperkecil kesenjangan pendidikan farmasi. Pendidikan di PSMF dirancang untuk melahirkan tiga profil lulusan utama berbasis pilar Ulul Albab, yaitu Pendidik, Peneliti, dan Praktisi. Alur studi Magister Farmasi ditempuh dalam waktu 3 semester dengan total beban studi 44–48 SKS, yang mencakup Mata Kuliah Kekhasan Universitas, Mata Kuliah Keahlian Inti, dan Mata Kuliah Keahlian Pilihan seperti Nanoteknologi, Bioteknologi Farmasi, dan Nutrasetikal. Distingsi utama PSMF juga berfokus pada integrasi sains dan Islam dalam bidang Kesehatan Haji dan Produk Halal.

Pemaparan Materi 3: Program Studi Sarjana Farmasi (PSSF)
Sesi pemaparan materi diakhiri oleh Program Studi Sarjana Farmasi (PSSF) yang disampaikan oleh apt. Hj. Alifia Putri Febriyanti, S.Farm., M.Farm.Klin. mengenai “Sosialisasi Kurikulum OBE (Outcome Based Education): Menghasilkan Lulusan Unggul, Adaptif, dan Berdaya Saing Global dengan Nilai-Nilai Keislaman”.
Dalam penjelasannya, apt. Hj. Alifia Putri Febriyanti, S.Farm., M.Farm.Klin. menegaskan bahwa penerapan Kurikulum OBE menyatukan arah program studi, proses pembelajaran, asesmen, serta bukti mutu lulusan. PSSF menetapkan beban studi 149 SKS (8 semester) dengan 15 Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) untuk membentuk profil Sarjana Farmasi Ulul Albab. Ciri khas PSSF terletak pada kelompok mata kuliah keunggulan Kesehatan Haji dan Produk Halal yang berbobot 50 SKS (33,56%), seperti seri HIPE (Health Improvement Program for Hajj) dan Manufaktur Produk Farmasi dan Kosmetik Halal. Proses pembelajaran didukung metode interaktif seperti Case-Based Learning (CBL) dan Project-Based Learning (PBL), serta asesmen komprehensif melalui CBT, portofolio, dan OSCE.
Usai pemaparan materi dari ketiga program studi, acara dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung aktif, baik dari peserta yang hadir langsung di auditorium maupun peserta yang berpartisipasi secara daring melalui fitur Zoom Meeting. Para peserta memberikan apresiasi, saran masukan, serta pertanyaan terkait implementasi kurikulum OBE, kesiapan wahana praktikum, hingga penyelarasan profil lulusan dengan kebutuhan industri kefarmasian saat ini.
Rangkaian kegiatan Sosialisasi Kurikulum ini ditutup secara resmi dengan doa bersama dan sesi foto bersama seluruh pimpinan, pemateri, dan peserta kegiatan. Melalui sosialisasi ini, FKIK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang makin mengukuhkan komitmennya dalam mencetak tenaga kesehatan dan kefarmasian yang unggul, profesional, adaptif, serta berkarakter Islami di tingkat nasional maupun internasional.





