Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan pendidikan kedokteran di Indonesia melalui penyelenggaraan Workshop Taskforce Penyusunan Kurikulum Blok dan Keterampilan Klinis. Kegiatan yang berlangsung pada 21–24 Juli 2026 di Hotel Shakti, Bandung ini merupakan bagian dari rangkaian program pendampingan pendirian Fakultas Kedokteran yang dilaksanakan FKIK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang bagi UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Melalui workshop tersebut, kedua institusi berkolaborasi dalam menyusun kurikulum blok dan keterampilan klinis yang sesuai dengan standar pendidikan kedokteran nasional, sebagai upaya mewujudkan penyelenggaraan pendidikan kedokteran yang berkualitas dan berdaya saing.
Workshop tersebut menjadi salah satu tahapan strategis dalam proses penyusunan dokumen akademik yang menjadi persyaratan utama pendirian Fakultas Kedokteran. Selain mendampingi UIN Bandung, FKIK UIN Malang juga saat ini dipercaya untuk memberikan pendampingan kepada UIN Sultan Syarif Kasim Riau, sehingga memperkuat peran institusi sebagai mitra pengembangan pendidikan kedokteran di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN).
Pada kegiatan tersebut, materi disampaikan oleh Yossi Indra Kusuma, S.Ked., M.Med., Ed. bersama Dr. dr. Nurlaili Susanti, M.Biomed., yang juga bertindak sebagai Ketua Tim Pendampingan Pendirian Fakultas Kedokteran. Workshop difokuskan pada penyusunan kurikulum blok dan keterampilan klinis sebagai fondasi dalam membangun sistem pendidikan kedokteran yang memenuhi standar nasional.

Menurut Yossi Indra Kusuma, S.Ked., M.Med., Ed., keberhasilan pelaksanaan workshop sangat ditentukan oleh kesiapan sumber daya manusia, khususnya tim taskforce pendirian Fakultas Kedokteran di UIN Bandung. Tim tersebut menjadi garda terdepan yang akan menyusun berbagai dokumen akademik dan administratif sebagai syarat pendirian fakultas. Selain itu, dukungan penuh dari pimpinan UIN Sunan Gunung Djati Bandung juga menjadi faktor penting sehingga seluruh agenda workshop dapat terlaksana sesuai dengan perencanaan yang telah disusun.
Melalui workshop ini, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai penyusunan kurikulum berbasis blok dan keterampilan klinis, tetapi juga mendapatkan pendampingan teknis dalam menyusun dokumen yang dibutuhkan selama proses pendirian Fakultas Kedokteran. Pendekatan tersebut diharapkan mampu mempercepat penyelesaian berbagai persyaratan sesuai regulasi yang berlaku. Sebagai tindak lanjut dari workshop ini, FKIK UIN Malang berharap seluruh agenda pendampingan dapat berjalan sesuai dengan timeline yang telah disusun. Selain itu, tim taskforce UIN Sunan Gunung Djati Bandung diharapkan tetap memiliki semangat dan komitmen dalam menyelesaikan seluruh dokumen pendirian, dengan dukungan penuh dari pimpinan universitas dalam memenuhi berbagai persyaratan yang telah ditetapkan. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mempercepat proses penyusunan borang pendirian hingga Fakultas Kedokteran UIN Sunan Gunung Djati Bandung resmi berdiri.





