MIU Login

FKIK UIN Malang Gelar 6th ANSHAR 2026, Perkuat Pemantauan Kesehatan Jemaah Haji dan Umrah

Kota Batu – Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggarakan 6th Annual Health Symposium (ANSHAR) 2026 pada Sabtu, 10 Oktober 2026. Mengusung tema “Intensive Hajj Health Pilgrim Monitoring”, kegiatan ini menjadi forum ilmiah untuk membahas penguatan pemantauan kesehatan jemaah haji dan umrah, mulai dari kesiapan fisik dan nutrisi hingga pengelolaan penyakit kronis selama ibadah dan perjalanan.

Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Lantai 3 Gedung Ar-Rahim, Kampus 3 FKIK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Kota Batu, Jawa Timur, ini menghadirkan narasumber dari Indonesia dan Singapura. Symposium tersebut dirancang sebagai wadah pertukaran pengetahuan dan pengalaman lintas profesi dalam mendukung kesiapan kesehatan jemaah haji dan umrah.

Acara diawali dengan rangkaian pembukaan yang meliputi penampilan Banjarian, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Himne FKIK, tari tradisional, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, serta sambutan pimpinan universitas dan fakultas. Dekan FKIK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. dr. Yuyun Yueniwati, M.Kes., Sp.Rad(K), menyampaikan sambutan pembuka. Selanjutnya, Wakil Rektor III UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. H. Triyo Supriyatno, M.Ag., memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan secara resmi.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. dr. Yuyun Yueniwati, M.Kes., Sp.Rad(K). selaku Dekan FKIK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menyampaikan pentingnya pengembagan ilmu kesehatan terutama jika disandingkan dengan kecerdasan buatan (AI).

“Digital health monitoring and continuous education. We can help maintain, perform volunteer certification, safety and safety distinguished colleagues as we enter an era of rapid technology economical advancement, we did not have an artificial intelligence of recognizing opportunities.” Ungkap Prof. Yuyun dalma sambutannya.

Prof. Dr. H. Triyo Supriyatno, M.Ag selaku Wakil Rektor III UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menyampaikan sambutan sekaligus membuka secara langsung kegiatan ANSHAR 2026. Dalam sambutannya, Prof. Triyo menyampaikan harapannya dengan acara ini dapat menjalin kerjasama.

“We hope to strengthen cooperation among academics that the professionals, government, institution and all stakeholders involved in the provision of hatch and umraham services.” Ungkap Prof. Triyo dalam sambutannya.

Sesi keynote menghadirkan tiga narasumber dengan fokus pembahasan yang saling melengkapi. Dr. dr. Ermin Rachmawati, M.Biomed., membawakan materi mengenai Intensive Health Pilgrim Monitoring in Indonesia. Materi ini mengangkat pentingnya pemantauan kesehatan jemaah sebagai bagian dari upaya mempersiapkan pelaksanaan ibadah haji yang aman.

Selanjutnya, Prof. Dr. Barakatun Nisak Mohd Yusof menyampaikan materi Nutrition Plan for Ramadan and Hajj, yang membahas perencanaan nutrisi dalam mendukung kondisi kesehatan selama Ramadhan dan ibadah haji.

Narasumber berikutnya, Dr. Sueziani Binte Zainudin, memaparkan pengalaman Singapura dalam mempersiapkan jemaah haji melalui pengendalian diabetes selama ibadah dan perjalanan. Pembahasan mencakup inisiatif DUIT (Diabetes Under Control during Ibadah and Travel) serta klinik DIVA (Diabetes Intermittent Fasting, Vacation Assessment).

Kehadiran narasumber dari Indonesia dan Singapura memberikan ruang untuk memahami pendekatan pemantauan kesehatan jemaah dari perspektif yang berbeda, khususnya dalam menghadapi tantangan kesehatan selama perjalanan dan pelaksanaan ibadah.

Setelah sesi keynote, kegiatan dilanjutkan dengan sesi invited speakers yang menghadirkan delapan narasumber. Materi yang disampaikan mencakup berbagai aspek kesiapan jamaah, termasuk edukasi dan pemberdayaan jamaah dengan diabetes, pemenuhan nutrisi, kesiapan kesehatan jemaah di Indonesia, serta edukasi kesehatan haji bagi mahasiswa kedokteran dan ilmu kesehatan.

Mariana Binte Mahadi membawakan materi Journey with Knowledge: Empowering Singaporean Muslims with Diabetes for Safer Hajj/Umrah-Group Education & Empowerment (GEM). Sementara itu, Humairah Hameed Maricar, M.Sc., membahas Preparing Fitness of Singapore Pilgrims through Nutrition.

Dari Indonesia, Dr. Aditya Prasaja, S.STP., M.AP., menyampaikan materi mengenai kesiapan kesehatan jemaah haji secara intensif di Indonesia. Dr. dr. Sri Soenarti, Sp.PD-K.GER., FINASIM, membahas edukasi kesehatan haji untuk program kedokteran dan ilmu kesehatan.

Perspektif kesehatan yang lebih menyeluruh turut dihadirkan melalui materi Holistic Mental, Spiritual Health, and Behavioral oleh Dr. dr. Fika Ekayanti, M.Med.Ed. Selain itu, dr. Syaefudin Ali Akhmad, M.Sc., membahas peran perguruan tinggi dalam pengembangan kesehatan melalui pendekatan Academic Health System.

Aspek teknologi dan pelayanan kesehatan berkelanjutan juga menjadi perhatian melalui materi Digital Health Monitoring and Continuity of Care oleh Eri Yanuar Akhmad Budi Sunaryo, S.Kep., Ns., M.N.Sc.(IC), Ph.D. Sementara itu, apt. Hj. Alifia Putri Febriyanti, S.Farm., M.Farm.Klin., mengangkat topik Multidisciplinary Management of Frailty, Mobility and Functional Capacity.

Rangkaian materi tersebut memperlihatkan pentingnya pendekatan multidisiplin dalam mempersiapkan jemaah haji dan umrah. Kesiapan jemaah tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik, tetapi juga mencakup status nutrisi, pengelolaan penyakit kronis, kesehatan mental dan spiritual, mobilitas, serta kesinambungan pemantauan kesehatan.

Selain sesi pemaparan materi, 6th ANSHAR 2026 juga menyelenggarakan konferensi ilmiah melalui presentasi poster dan oral. Sesi ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan akademik yang memberikan ruang bagi pemaparan hasil penelitian. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan pengumuman presentasi oral dan poster terbaik, pemberian sertifikat kepada para presenter, serta sesi foto bersama sebelum acara ditutup.

Melalui penyelenggaraan 6th ANSHAR 2026, FKIK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menghadirkan forum akademik yang mempertemukan berbagai perspektif dalam bidang kesehatan haji dan umrah. Pertukaran pengetahuan antara akademisi, praktisi kesehatan, dan narasumber internasional diharapkan dapat memperkaya wawasan mengenai pemantauan kesehatan jemaah serta mendorong pengembangan pendekatan pelayanan yang lebih komprehensif.

Dengan menggabungkan pembahasan klinis, nutrisi, edukasi, teknologi kesehatan, dan penelitian ilmiah, ANSHAR 2026 menempatkan kesiapan kesehatan jemaah sebagai isu multidisiplin yang membutuhkan kolaborasi berkelanjutan antara tenaga kesehatan, institusi pendidikan, dan pemangku kepentingan terkait.

Berita Terkait