تسجيل دخول MIU

Tes PMB PSPPA FKIK UIN Malang Berlangsung Lancar, Diikuti 92 Peserta dari Berbagai Perguruan Tinggi

فقير – Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker (PSPPA) Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggarakan Tes Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2026/2027 pada 14 Juli 2026, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. Kegiatan seleksi dilaksanakan di Ruang Computer Based Test (CBT) Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan berlangsung tertib serta lancar.

Seleksi PMB PSPPA tahun ini menjadi tahapan penting dalam menjaring calon apoteker yang memiliki kompetensi akademik, profesional, dan karakter yang sesuai dengan visi Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker FKIK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Kaprodi PSPPA FKIK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang ibu دكتور مناسب. رحمي أنيسة، م.فارم. menyampaikan bahwa secara umum pelaksanaan seleksi berjalan sesuai rencana. “Alhamdulillah, tes seleksi PMB PSPPA berjalan dengan baik dan lancar,” قال.

Dalam proses seleksi, seluruh peserta diwajibkan mengikuti tiga tahapan, yaitu Computer Based Test (CBT), wawancara, dan tes kesehatan. Ketiga tahapan tersebut dirancang untuk memperoleh calon mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesiapan mental dan kesehatan yang baik untuk menjalani pendidikan profesi apoteker.

Untuk menjaga kualitas pelaksanaan seleksi, panitia menekankan pentingnya koordinasi antar seluruh pihak yang terlibat. Proses penerimaan mahasiswa dilaksanakan oleh Panitia Penerimaan Mahasiswa berdasarkan Surat Keputusan (SK) Rektor sehingga pelaksanaannya tetap objektif, transparan, dan akuntabel.

Antusiasme peserta pada periode penerimaan kali ini juga cukup tinggi. Sebanyak 92 peserta mengikuti seleksi, terdiri atas 91 lulusan Program Sarjana Farmasi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia إلى جانب 1 peserta mahasiswa asing yang berasal dari Sudan. Keberagaman asal peserta menunjukkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan Profesi Apoteker di FKIK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Ibu Kaprodi PSPPA berharap proses seleksi yang berkualitas akan menghasilkan lulusan yang berkualitas pula. “Harapannya, proses input yang berkualitas mampu menghasilkan output yang berkualitas sehingga nantinya para lulusan dapat mencapai tingkat kelulusan Uji Kompetensi Nasional Peserta Didik Profesi Apoteker (UKOMNAS PDPA) sebesar 100 persen,” ungkap beliau.

PSPPA UIN Malang memiliki keunggulan kurikulum yang relevan dengan perkembangan dunia kefarmasian, khususnya pada bidang praktik kefarmasian halal و kefarmasian haji, yang dipadukan dengan pembentukan karakter أولول ألباب.

Salah seorang peserta seleksi, Syahrin Azril Izulkhaque, mengaku memilih PSPPA FKIK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang karena keunikan kurikulumnya yang dinilai sesuai dengan kebutuhan industri kefarmasian saat ini. “Saya memilih PSPPA UIN Malang karena kurikulumnya yang khas dan relevan dengan kebutuhan industri saat ini, khususnya fokus pada praktik kefarmasian halal dan kefarmasian haji yang jarang dimiliki institusi lain. Saya ingin menjadi apoteker profesional yang tidak hanya menguasai ilmu klinis, tetapi juga memiliki karakter Ulul Albab yang menjunjung tinggi etika dan nilai-nilai keislaman,” tuturnya.

Syahrin juga memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan proses seleksi tahun ini. Menurutnya, mulai dari tahap registrasi hingga pelaksanaan ujian, seluruh proses berjalan tertib dan profesional.

Ia menambahkan bahwa seorang calon apoteker profesional harus memiliki kompetensi ilmiah yang kuat, kemampuan berpikir kritis, komunikasi yang baik, menjunjung tinggi etika profesi, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan menerapkan evidence-based practice demi meningkatkan keselamatan pasien.

Apabila dinyatakan lolos, Syahrin berharap dapat mengikuti seluruh proses pendidikan secara optimal, menyelesaikan studi tepat waktu, meraih gelar Apoteker, dan mengabdikan ilmunya melalui pelayanan kefarmasian yang profesional serta bermanfaat bagi masyarakat.

Menutup wawancaranya, Syahrin memberikan motivasi kepada calon peserta PSPPA pada periode berikutnya agar mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh. “Percayalah pada kemampuan diri, persiapkan seleksi dengan baik, pelajari kembali materi, jaga kesehatan, dan tetap berdoa. Jalani setiap proses dengan semangat karena usaha yang konsisten akan membawa hasil terbaik. Semoga berhasil menjadi apoteker yang profesional dan bermanfaat bagi masyarakat,” pesannya.

Melalui pelaksanaan seleksi yang profesional, objektif, dan transparan, PSPPA FKIK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak apoteker yang unggul, berintegritas, serta mampu menjawab tantangan pelayanan kefarmasian di tingkat nasional maupun global.

 

Penulis

أخبار ذات صلة