Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menekankan pentingnya pembentukan mahasiswa yang unggul, berintegritas, serta memiliki kepekaan sosial dan intelektual sebagai bagian dari upaya mewujudkan visi fakultas. Nilai-nilai tersebut perlu ditanamkan sejak awal masa perkuliahan agar mahasiswa mampu beradaptasi dengan dinamika akademik maupun organisatoris serta menjalankan perannya secara bertanggung jawab.
Mahasiswa baru FKIK dihadapkan pada berbagai dinamika sosial, kebijakan pendidikan, serta isu kesehatan yang terus berkembang. Kondisi tersebut menuntut mahasiswa untuk tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga mampu berpikir kritis, memahami persoalan strategis, dan menyikapi berbagai isu secara objektif. Tanpa pengenalan dan pendampingan yang tepat, mahasiswa berpotensi mengalami kesulitan dalam memahami peran strategisnya sebagai insan akademik dan agen perubahan di lingkungan kampus maupun masyarakat.
Program kerja KOLASTRAT (Sekolah Kastrat) dalam rangkaian LKMMF X MTE hadir sebagai ruang edukasi dan diskusi awal bagi calon mahasiswa baru FKIK. Kegiatan ini dirancang untuk membangun pola pikir kritis, meningkatkan kesadaran terhadap isu-isu strategis, serta menanamkan nilai kepedulian dan keberanian dalam menyampaikan aspirasi secara konstruktif sejak dini. Melalui pemaparan materi dan diskusi kelompok, peserta diharapkan dapat mengembangkan kemampuan analisis, bertukar perspektif, serta merumuskan gagasan secara kolaboratif sebagai bekal untuk berpartisipasi aktif dalam kehidupan akademik dan organisasi mahasiswa.
Pelaksanaan Kegiatan
Kegiatan KOLASTRAT LKMMF X MTE 2026 dilaksanakan pada Sabtu, 24 Oktober 2026, pukul 10.45–12.20 WIB di Auditorium Ar Rahim Kampus 3 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, dengan sesi Focus Group Discussion (FGD) yang berlangsung di Ruang Tutorial Lantai 2 Gedung Ar Rahim. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) angkatan 2026 sebagai wadah untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, bertukar pandangan, serta membahas isu-isu kemahasiswaan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pengerjaan pre-test untuk mengetahui pemahaman awal peserta, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi pengantar FGD oleh Sofyah Haykal dan Zaskia Meilani. Materi tersebut menjadi landasan bagi peserta dalam memahami proses diskusi, menyampaikan pendapat, serta membahas isu yang diangkat secara terarah sebelum memasuki sesi FGD.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi FGD yang difasilitasi oleh Departemen Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa (Advokesma). Dalam sesi ini, peserta diberikan kesempatan untuk bertukar gagasan, menyampaikan sudut pandang, serta mendiskusikan permasalahan secara bersama. Diskusi tersebut menjadi ruang bagi peserta untuk melatih kemampuan berpikir kritis, membangun komunikasi yang efektif, dan merumuskan hasil pembahasan berdasarkan pandangan kelompok.
Setelah sesi FGD selesai, peserta kembali ke auditorium untuk mengikuti pembacaan hasil notulensi yang dipandu oleh Nuoroh Aisyah dan Allicya Eka selaku ketua dan wakil ketua pelaksana KOLASTRAT LKMMF X MTE 2026. Penyampaian hasil diskusi ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai pokok-pokok pembahasan yang telah didiskusikan oleh peserta. Rangkaian kegiatan kemudian diakhiri dengan pengerjaan post-test sebagai evaluasi pemahaman peserta setelah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Melalui pelaksanaan KOLASTRAT LKMMF X MTE 2026, diharapkan mahasiswa mampu meningkatkan kemampuan berdiskusi, menyampaikan pendapat secara terstruktur, serta menganalisis permasalahan dari berbagai sudut pandang. Kegiatan ini juga diharapkan dapat mendorong keterlibatan aktif mahasiswa dalam membangun pemikiran kritis dan kolaborasi yang baik dalam menghadapi berbagai persoalan di lingkungan kemahasiswaan.
Narasumber dan Kutipan
| Nama dan Jabatan Pemateri | Sofyah Haykal, dan Zaskia Meilani— pemateri pengantar FGD Anggota Magang Departemen Advokesma 2026 |
| Kutipan Pemateri | “Menyampaikan argumen kritis bukan sekadar menyampaikan pendapat atau menunjukkan ketidaksetujuan, melainkan membangun pandangan yang didasarkan pada data, fakta, dan penalaran yang logis. Diskusi yang baik juga bukan tentang siapa yang paling benar atau paling banyak berbicara, tetapi bagaimana setiap peserta mampu mendengarkan, menguji argumen secara objektif, dan terbuka terhadap perspektif yang berbeda. Dengan demikian, diskusi dapat menjadi ruang untuk memahami persoalan secara lebih mendalam dan menghasilkan gagasan yang konstruktif.”
|
| Nama dan Jabatan Ketua Kegiatan | Nuoroh Aisyah Azizi-Ketua pelaksana KOLASTRAT LKMMFxMTE 2026 |
| Kutipan Ketua Kegiatan | “Kami berharap KOLASTRAT LKMMF X MTE 2026 ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk bertukar gagasan, melihat persoalan dari berbagai sudut pandang, dan menyusun hasil diskusi secara kritis serta bertanggung jawab. Melalui forum ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya menyampaikan pendapat, tetapi juga belajar mendengarkan, menganalisis, dan merumuskan gagasan bersama.” |
| Nama Ketua Organisasi/UKM | Dimas Nurilhuda — Ketua DEMA FKIK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang |
Dokumentasi Kegiatan

Gambar 1. Pelaksanaan pre-test peserta KOLASTRAT LKMMF X MTE 2026

Gambar 2. Pemaparan materi pengantar Focus Group Discussion (FGD).

Gambar 3. Peserta mengikuti diskusi kelompok di Ruang Tutorial Lantai 2 Gedung Ar Rahim.

Gambar 4. Penyampaian hasil notulensi FGD di Auditorium Ar Rahim Kampus 3 UIN Malang.

Gambar 5. Departemen ADVOKESMA bersama Seluruh Mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Angkatan 2026.




