تسجيل دخول MIU

PIONALA Farmasi FKIK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Selenggarakan SCOPOLAMIN PharmaSkill Training sebagai Pembekalan Praktikum Farmasetika 1

Malang – PIONALA Farmasi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sukses menyelenggarakan kegiatan SCOPOLAMIN PharmaSkill Training sebagai program pembekalan dalam menghadapi Praktikum Farmasetika 1 pada Minggu, 29 Agustus  2026, bertempat di Ruang Ibnu Sina 106 FKIK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Kegiatan yang dimulai pukul 13.00 WIB ini diikuti oleh mahasiswa Farmasi Angkatan 2025 (semester 3) sebagai bentuk persiapan akademik sekaligus peningkatan keterampilan praktis di bidang farmasetika.

Scopolamin (School of PIO UIN Maliki Malang) merupakan program pembinaan dan pengembangan kompetensi yang diselenggarakan oleh Pusat Informasi Obat (PIO) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Kegiatan ini dirancang sebagai wadah belajar bersama yang berfokus pada peningkatan pemahaman dan keterampilan praktis mahasiswa farmasi. Scopolamin PharmaSkill Training merupakan pertemuan kedua dari rangkaian program Scopolamin yang dilaksanakan dengan sistem pembelajaran bertahap dan berkelanjutan. Tema kali ini khusus diarahkan untuk mempersiapkan mahasiswa semester 3 dalam menghadapi Praktikum Farmasetika 1.

Materi utama pada kegiatan ini disampaikan oleh dua pemateri yang kompeten di bidangnya. Pemateri pertama, Muhammad Saddam Al-Hakim, S.Farm., memberikan pemaparan mengenai konsep dasar Praktikum Farmasetika 1 serta teknik pembuatan sediaan kapsul. Dalam sesinya, beliau menjelaskan tahapan pembuatan kapsul mulai dari perhitungan formula, penyiapan bahan, proses pencampuran, pengisian kapsul, hingga pengendalian mutu sediaan. Pemateri menekankan pentingnya ketelitian, kebersihan, dan pemahaman terhadap sifat fisikokimia bahan dalam menghasilkan sediaan yang berkualitas.

Selanjutnya, Efendi Haris Aszari, S.Farm. menyampaikan materi mengenai pembuatan sediaan puyer (pulveres) serta teknik Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) kepada pasien. Beliau memaparkan alur pembuatan puyer mulai dari penimbangan bahan, proses penggerusan, pencampuran homogen, hingga pengemasan yang tepat. Selain itu, peserta juga dibekali pemahaman mengenai cara memberikan KIE yang efektif terkait sediaan kapsul dan puyer, meliputi penjelasan indikasi, cara pakai, dosis, efek samping, cara penyimpanan, serta informasi penting lainnya yang perlu disampaikan kepada pasien.

Kedua pemateri juga menjelaskan kompetensi yang diharapkan dikuasai mahasiswa dalam Praktikum Farmasetika 1, meliputi kemampuan perhitungan farmasetika, keterampilan teknis pembuatan sediaan, pemahaman terhadap standar operasional prosedur (SOP), serta kemampuan berkomunikasi secara efektif dalam memberikan edukasi kepada pasien. Peserta diperkenalkan dengan berbagai aspek penilaian yang biasanya diterapkan dalam praktikum, sehingga memiliki gambaran mengenai standar yang harus dicapai.

Setelah sesi penyampaian materi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung pembuatan sediaan kapsul dan puyer yang diikuti oleh seluruh peserta. Peserta melakukan simulasi pembuatan sediaan sesuai prosedur yang telah dijelaskan, mulai dari penyiapan alat dan bahan, perhitungan formula, proses pembuatan, hingga pengemasan. Praktik dipandu langsung oleh kedua pemateri. Selain itu, peserta juga melakukan simulasi pemberian KIE terkait sediaan yang telah dibuat, sehingga memperoleh pengalaman praktik yang lebih komprehensif.

Setelah seluruh peserta menyelesaikan praktik, pemateri menyampaikan evaluasi mengenai ketepatan perhitungan, teknik pembuatan sediaan, kelengkapan prosedur, kebersihan dan ketelitian kerja, serta kemampuan komunikasi dalam memberikan KIE. Evaluasi ini menjadi bekal penting bagi peserta untuk memperbaiki kekurangan sebelum mengikuti Praktikum Farmasetika 1 secara resmi.

Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti seluruh rangkaian acara dengan antusias dan aktif berpartisipasi dalam sesi diskusi maupun praktik. Melalui kegiatan SCOPOLAMIN PharmaSkill Training, peserta memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai mekanisme pelaksanaan Praktikum Farmasetika 1, teknik pembuatan sediaan kapsul dan puyer, serta strategi dalam memberikan KIE kepada pasien. Pembekalan ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapan peserta, baik dari aspek pengetahuan, keterampilan teknis, maupun kemampuan komunikasi profesional.

Melalui penyelenggaraan SCOPOLAMIN PharmaSkill Training, PIONALA Farmasi FKIK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program pengembangan kompetensi yang mendukung peningkatan kualitas akademik dan keterampilan praktis mahasiswa Farmasi. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kontribusi PIONALA dalam mempersiapkan mahasiswa agar siap menghadapi praktikum dengan baik serta membentuk calon apoteker yang kompeten, teliti, dan profesional.

Penulis: Tim Publikasi PIONALA Farmasi FKIK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

أخبار ذات صلة