{"id":16229,"date":"2026-04-24T15:10:16","date_gmt":"2026-04-24T15:10:16","guid":{"rendered":"https:\/\/fkik.uin-malang.ac.id\/?p=16229"},"modified":"2026-04-24T15:10:29","modified_gmt":"2026-04-24T15:10:29","slug":"bukan-sekadar-kampus-religi-dosen-farmasi-uin-malang-prof-roihatul-kukuhkan-diri-sebagai-tokoh-sentral-farmasi-di-ajang-mpc","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fkik.uin-malang.ac.id\/zh\/bukan-sekadar-kampus-religi-dosen-farmasi-uin-malang-prof-roihatul-kukuhkan-diri-sebagai-tokoh-sentral-farmasi-di-ajang-mpc\/","title":{"rendered":"&#8220;Bukan Sekadar Kampus Religi: Dosen Farmasi UIN Malang Prof. Roihatul Kukuhkan Diri sebagai Tokoh Sentral Farmasi di Ajang MPC&#8221;"},"content":{"rendered":"<p>Di tengah hiruk-pikuk transformasi digital dan teknologi kesehatan modern, Indonesia kembali diingatkan pada akar kekuatannya: kekayaan alam yang melimpah. Gelaran <strong>The 23rd Mulawarman Pharmaceutical Conference (MPC) 2026<\/strong> yang berlangsung pada Selasa\u2013Rabu, 21\u201322 April 2026, bukan sekadar menjadi rutinitas akademik tahunan. Konferensi ini menjelma menjadi panggung besar bagi lahirnya gagasan visioner tentang bagaimana Indonesia seharusnya memandang jamu di masa depan. Bertempat di Auditorium Universitas Mulawarman dan diselenggarakan secara <em>hybrid<\/em>, acara ini dihadiri oleh jajaran pakar farmasi lintas negara yang berfokus pada pengembangan ilmu farmasi berbasis riset. Namun, di antara deretan diskusi teknis tersebut, perhatian publik dan peserta tertuju pada paparan mendalam dari salah satu srikandi farmasi kebanggaan <strong>Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang<\/strong>, yakni Prof. Dr. apt. Roihatul Muti\u2019ah, S.F., M.Kes..<\/p>\n<p><strong>Reaktualisasi Farmakognosi: Menghubungkan Tradisi dengan Teknologi<\/strong><\/p>\n<p>Prof. Roihatul hadir dengan membawa gagasan bertajuk <em>&#8220;Reaktualisasi Farmakognosi dalam Penguatan Jamu Healing Center sebagai Pilar Layanan Kesehatan Integratif Berbasis Kearifan Lokal&#8221;<\/em>. Tema ini bukan sekadar judul makalah, melainkan sebuah manifesto bagi kemandirian kesehatan nasional.<\/p>\n<p>Dalam paparannya, beliau menekankan bahwa jamu tidak boleh lagi hanya dipandang sebagai warisan masa lalu yang bersifat tradisional semata. Jamu harus bertransformasi menjadi bagian dari layanan kesehatan modern yang terintegrasi. &#8220;Jamu harus dikembangkan dengan pendekatan ilmiah agar mampu bersaing di era globalisasi,&#8221; tegasnya di hadapan para peserta.<\/p>\n<p>Salah satu kendala utama dalam industri obat tradisional adalah standardisasi dan kepercayaan publik. Di sinilah peran krusial FKIK UIN Malang masuk sebagai institusi pendidikan yang mendorong inovasi. Prof. Roihatul menjelaskan bahwa integrasi antara ilmu farmakognosi klasik dengan teknologi modern adalah langkah strategis yang sudah tidak bisa ditawar lagi jika kita ingin jamu Indonesia diakui secara medis di mata dunia.<\/p>\n<p><strong>Teknologi DNA Barcoding: Menjaga Kemurnian di Tengah Tantangan Global<\/strong><\/p>\n<p>Sebagai seorang ilmuwan, Prof. Roihatul menyadari bahwa kualitas bahan baku adalah fondasi utama. Beliau menyoroti penggunaan teknologi canggih seperti <strong>DNA Barcoding<\/strong>. Teknologi ini memungkinkan para peneliti dan produsen untuk memastikan keaslian bahan baku jamu hingga tingkat molekuler.<\/p>\n<p>Di tengah maraknya isu pemalsuan bahan alam atau pencampuran bahan kimia obat (BKO) dalam produk tradisional, DNA barcoding hadir sebagai solusi preventif yang sangat efektif. &#8220;Teknologi ini mampu meningkatkan standar mutu produk obat tradisional kita secara signifikan,&#8221; paparnya. Dengan adanya pendekatan ilmiah yang ketat seperti ini, kepercayaan masyarakat maupun dunia medis terhadap jamu diharapkan akan tumbuh lebih kuat karena kualitas dan keamanannya telah terjamin secara laboratoris.<\/p>\n<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-16231 aligncenter\" src=\"https:\/\/fkik.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/u2-300x168.jpg\" alt=\"\" width=\"521\" height=\"292\" srcset=\"https:\/\/fkik.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/u2-300x168.jpg 300w, https:\/\/fkik.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/u2-18x10.jpg 18w, https:\/\/fkik.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/u2.jpg 602w\" sizes=\"(max-width: 521px) 100vw, 521px\" \/><\/p>\n<p><strong>Optimalisasi Biodiversitas: Kekuatan Terpendam Indonesia<\/strong><\/p>\n<p>Indonesia sering dijuluki sebagai <em>megabiodiversity country<\/em>, namun potensi tanaman obat yang melimpah tersebut belum dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan nasional. Prof. Roihatul mengingatkan bahwa kekayaan biodiversitas ini adalah peluang besar bagi para peneliti, khususnya dari FKIK UIN Malang, untuk terus menciptakan inovasi bernilai tinggi.<\/p>\n<p>Melalui riset yang berkelanjutan, tanaman obat asli Indonesia tidak hanya berakhir sebagai simplisia kering, tetapi naik kelas menjadi fitofarmaka atau menjadi bagian dari sistem kesehatan nasional yang formal. FKIK UIN Malang sendiri telah memposisikan diri sebagai pusat pengembangan keilmuan berbasis bahan alam, di mana riset dilakukan mulai dari hulu (budidaya) hingga ke hilir (produk siap pakai).<\/p>\n<p><strong>Implementasi Jamu Healing Center: Mengubah Wajah Fasilitas Kesehatan<\/strong><\/p>\n<p>Salah satu konsep paling menarik dalam paparan Prof. Roihatul adalah konsep <strong>Jamu Healing Center<\/strong>. Beliau memberikan contoh nyata bahwa di beberapa daerah, kehadiran fasilitas klinik jamu telah membuktikan bahwa pengobatan tradisional bisa berdampingan dengan pengobatan konvensional dalam satu atap yang terstandar.<\/p>\n<p>Integrasi ini menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan modern dan budaya lokal tidak perlu dipertentangkan. Justru, keduanya dapat berjalan beriringan untuk memberikan layanan kesehatan yang lebih holistik. Konsep Jamu Healing Center ini tidak hanya membuka peluang bagi kesembuhan pasien secara alami, tetapi juga membuka keran ekonomi baru bagi masyarakat berbasis pemanfaatan bahan alam.<\/p>\n<p><strong>Pesan untuk Generasi Emas Farmasi: Menjadi Tuan di Negeri Sendiri<\/strong><\/p>\n<p>Sebagai penutup yang menggetarkan, Prof. Roihatul memberikan pesan inspiratif kepada para mahasiswa farmasi yang hadir. Beliau mengingatkan bahwa masa depan jamu Indonesia ada di tangan generasi muda yang saat ini sedang menempuh pendidikan.<\/p>\n<p>Beliau mendorong mahasiswa agar tidak hanya menjadi konsumen teknologi luar negeri, tetapi harus aktif dalam penelitian dan menciptakan inovasi produk berbasis bahan lokal. Semangat kemandirian farmasi nasional harus ditanamkan sejak dini agar Indonesia tidak terus-menerus bergantung pada produk dan bahan baku impor.<\/p>\n<p>&#8220;Kita harus menjadi tuan di negeri sendiri dengan memanfaatkan kekayaan alam yang kita miliki,&#8221; tegasnya dengan penuh semangat, sebuah kalimat yang mengundang tepuk tangan riuh dari seluruh hadirin.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-16232 aligncenter\" src=\"https:\/\/fkik.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/u3-300x168.jpg\" alt=\"\" width=\"586\" height=\"328\" srcset=\"https:\/\/fkik.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/u3-300x168.jpg 300w, https:\/\/fkik.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/u3-18x10.jpg 18w, https:\/\/fkik.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/u3.jpg 602w\" sizes=\"(max-width: 586px) 100vw, 586px\" \/><\/p>\n<p><strong>Momentum Menuju Level Global<\/strong><\/p>\n<p>Kehadiran Prof. Roihatul Muti\u2019ah dalam MPC ke-23 bukan sekadar menjadi representasi akademik bagi FKIK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, melainkan sebuah seruan bagi seluruh pemangku kepentingan untuk segera bergerak maju. Pemikiran-pemikiran visioner beliau telah memberikan warna baru bagi perkembangan dunia farmasi di Indonesia.<\/p>\n<p>Melalui konferensi ini, diharapkan hasil-hasil penelitian di bidang farmakognosi tidak hanya berhenti di perpustakaan kampus, tetapi benar-benar mengalami hilirisasi hingga memberikan manfaat nyata bagi kesehatan masyarakat luas. Dengan riset, teknologi, dan semangat yang tepat, jamu Indonesia kini bersiap menyongsong era baru: menjadi kekuatan kesehatan global yang membanggakan.<\/p>\n<p><strong>Tim Kontributor:<\/strong> Nessa Levina Talitha (PSSF 24) &amp; Rizki Maulana Akbar (PSSF 2024)<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Di tengah hiruk-pikuk transformasi digital dan teknologi kesehatan modern, Indonesia kembali diingatkan pada akar kekuatannya: kekayaan alam yang melimpah. Gelaran The 23rd Mulawarman Pharmaceutical Conference (MPC) 2026 yang berlangsung pada Selasa\u2013Rabu, 21\u201322 April 2026, bukan sekadar menjadi rutinitas akademik tahunan. Konferensi ini menjelma menjadi panggung besar bagi lahirnya gagasan visioner tentang bagaimana Indonesia seharusnya memandang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":16230,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-16229","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fkik.uin-malang.ac.id\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16229","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fkik.uin-malang.ac.id\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fkik.uin-malang.ac.id\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fkik.uin-malang.ac.id\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fkik.uin-malang.ac.id\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=16229"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fkik.uin-malang.ac.id\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16229\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":16233,"href":"https:\/\/fkik.uin-malang.ac.id\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16229\/revisions\/16233"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fkik.uin-malang.ac.id\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/media\/16230"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fkik.uin-malang.ac.id\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=16229"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fkik.uin-malang.ac.id\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=16229"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fkik.uin-malang.ac.id\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=16229"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}