EN ID

Kuliah Umum Ketua KPU dan Mahkamah Konstitusi RI di UIN Malang

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp

Jumat (26/8/2022) telah berlangsung Penandatanganan MOU dan Kuliah Tamu oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia Periode 2022-2027 dan Ketua Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia di Aula Lantai 4 Gedung Rektorat UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Kegiatan yang ditujukan bagi mahasiswa baru Tahun Akademik 2022/2023 ini juga disiarkan live streaming melalui kanal Youtube resmi UIN Malang.

Susunan acara dimulai dari pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Elia Hikmawati mahasiswa UIN Malang Juara MTQ Remaja Kabupaten Gresik Tahun 2020. Selanjutnya, hadirin dengan khidmat menyanyikan lagu Indonesia Raya dan mengikuti pembacaan do’a. Acara ini dihadiri oleh Bapak Hasyim Asy’ari, S.H., M.Si., Ph.D selaku Ketua KPU RI serta Dr. Anwar Usman, SH., MH, Ketua Mahkamah Konstitusi RI. Sebagai pembukan, sambutan awal disampaikan oleh Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof.Dr. Zainudin, M.A. Setelah sambutan selesai, dilakukan penandatanganan naskah kerja sama antara UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dengan KPU RI yang dilakukan oleh Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim dan Ketua KPU RI.

Suasana Aula Rektorat Lantai 5 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam acara Kuliah Konstitusi bagi Maba

Pelaksanaan Kuliah Tamu dengan tema “Pendidikan dan Pendewasaan Politik Bagi Mahasiswa Demi Pemilu 2024 yang Berintegrasi” ini dipandu oleh Moderator Bapak Mustofa Lutfi, S.Pd, S.H, M.H. materi yang pertama disampaikan oleh ketua KPU, bapak Hasyim Asy’ari S.H., M.Si., Ph.D. dan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dari mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Sesi tanya jawab berlangsung interaktif oleh salah satu mahasiswa baru asal jombang atas nama Sinta Adelia yang mengajukan pertanyaan mengenai alasan perubahan nama “UIN MALANG” menjadi “UIN Maulana Malik Ibrahim Malang”. Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang secara langsung menanggapi pertanyaan yang diajukan, bahwasanya alasan terjadinya perubahan nama tersebut mengadopsi nama seorang waliyullah, Maulana Malik Ibrahim yang merupakan wali dari para wali. Diharapakan mahasiswa dapat menafsiri nama tersebut, sehingga meskipun UIN Malang merupakan cabang Perguruan Tinggi Islam Negeri sama dengan UIN lainnya, Namun UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dapat menjadi yang nomor satu. Pemaparan materi kemudian dilanjutkan oleh Ketua KPU, Bapak Hasyim Asy’ari, S.H., M.Si., Ph.D. Di penghujung kuliah tamu beliau menuturkan bahwa, “Kita semua sebagai warga bangsa Indonesia atau yang kebetulan juga sebagai umat Islam yang bekewarganegaraan Indonesia memiliki kontribusi besar dalam perkembangan demokrasi di Indonesia dan di Dunia, dan kata kuncinya adalah harus berpartisipasi. Oleh karenanya, mahasiswa yang usianya sudah diatas 17 tahun yang sudah memiliki hak pilih mari menjadi pemilih sekaligus KPPS melaui program kampus merdeka”.  

Kontributor : Reza Putri O. (Farmasi 2020) dan Naharin Dwi Indah K. (PSPD 2019)