Dosen FKIK Menuju Sulawesi Barat Demi Misi Kemanusiaan

Dosen FKIK Menuju Sulawesi Barat Demi Misi Kemanusiaan

Pada tanggal 18 Januari 2021, dr. Christyaji Indradmojo, Sp.EM., salah satu dosen program studi pendidikan dokter (PSPD) Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Islam Negeri (UIN)  Maulana Malik Ibrahim Malang, berangkat menuju Majene-Mamuju Sulawesi Barat melalui jalur udara. Beliau berangkat bersama 2 orang lainnya, dr. Purwanto dan dr. Nur Syamsyu Dhuha, atas instruksi dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Jawa Timur. Ketiganya merupakan perwakilan Emergency Medical Team (EMT) IDI Jawa Timur yang bekerja sama dengan Tim Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga.

dr. Christyaji bersama Emergency Medical Team IDI Jawa Timur

EMT terdiri dari 3 level, EMT 1 atau lini pertama bertugas untuk memilah dan mencari kasus pada pasien dan bila tidak terselesaikan akan naik menuju level selanjutnya dimana kapal terapung merupakan EMT lini selanjutnya. Untuk efisiensi, tim ini tidak hanya bertindak sebagai EMT level 1 namun juga sebagai Tim Rapid Health Assesment (RHA) untuk menentukan tingkatan level EMT.

Selain aktif sebagai dosen PSPD, beliau juga bertugas di Pusat Pelayanan Kesehatan Masyarakat (P2KM) UIN Malang.  “Alhamdulillah secara personal dan secara institusi saya mendapatkan dukungan dan doa dari ibu Dekan dan jajaran civitas FKIK untuk keberangkatan ini”, ujarnya. Tak hanya dukungan dari pimpinan dan rekan dosen, beliau juga terkesan dengan antusiasme mahasiswa PSPD yang telah membantu dalam proses persiapan sebelum keberangkatan.

“Saya terkesan dengan niat dan tekad kuat mereka. Mereka membantu saya menyiapkan daftar barang, logistik, basic life survival, kuesioner untuk RHA, dan persiapan lainnya. Oleh karena mereka belum mempunyai legalitas sehingga tidak bisa berangkat namun semangatnya untuk belajar juga patut diapresiasi”, pungkas dr.Chris.

Kedepan beliau berpesan agar semangat ini menular kepada seluruh civitas FKIK agar menjadi institusi yang dapat memproduksi tenaga medis yang tanggap bencana serta dapat menjadi inspirasi untuk saling berlomba-lomba menjadi yang terbaik.

Rencananya, beliau dan tim akan bertugas hingga tanggal 24 Januari 2021. Semoga Allah SWT selalu menyertai dalam setiap langkah ibadah yang dilakukan dari awal hingga kepulangannya nanti. Semoga sukses dan sehat selalu.

(Fathia – Tim Humas FKIK)