Pemberian Nama Gedung FKIK UIN Malang

Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Abdul Haris., M.Ag., meresmikan nama dua gedung di lingkungan Kampus 3 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang berlokasi di Jalan Locari, Tlekung, Junrejo-Batu. Gedung-gedung tersebut adalah Gedung Kedokteran diberi Nama sebagai Gedung Ibnu Thufail dan Gedung Farmasi diberi Nama Gedung Al-Biruni. Peresmian tersebut dilakukan di Masjid Ibnu Sina Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) usai sholat jumat (3/7).

Acara peresmian ini dihadiri oleh jajaran pimpinan Rektorat, Pimpinan Dekanat FKIK UIN Malang, Dosen dan Karyawan FKIK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Harapan Rektor untuk Civitas dan Lulusan FKIK diungkapkan melalui penamaan gedung-gedung tersebut.
“Dengan pemberian nama gedung ini, diharapkan dapat menginspirasi seluruh civitas akademika agar dapat meneladani ilmuwan tersebut dan menjadi orang-orang sholeh yang akan mengembangkan ilmu sekaligus berdakwah dalam islam”, ujar Prof. Haris.

Harapan serupa diucapkan oleh dekan FKIK, Prof. Dr. dr. Yuyun Yueniwati P.W., M.Kes., Sp.Rad(K). “Nama gedung kedokteran dan farmasi merupakan nama terbaik yang bisa dijadikan role model untuk civitas khususnya mahasiswa”.

Sekilas Dasar Penamaan Gedung :

Ibnu Thufail (Gedung Kedokteran):

Ibnu Thufail adalah seorang dokter. Namun, ia juga punya pengetahuan mendalam di bidang hukum, politik, fisika, dan filsafat. Ia lahir pada 500 H/1106 M di kota kecil bernama Wadi Asy (dalam sebutan Latinnya Guadix), 60 kilometer sebelah timur laut Granada, Spanyol.
Pada 1163 M, Ibnu Thufail diangkat sebagai dokter dan penasihat pribadi Abu Ya’qub Yusuf, khalifah Dinasti Muwahhidun. Ia memegang jabatan itu selama kurang lebih 20 tahun. Pada penghujung 1182 M, ia mengundurkan diri dari pemangku jabatan penasihat pribadi raja karena usianya yang semakin uzur. Meski demikian, ia masih menjalankan kewajibannya sebagai dokter.

Al-Biruni (Gedung Farmasi)

Di antara daftar panjang ilmuwan muslim abad pertengahan, namanya terlalu penting untuk diabaikan. Ia adalah Abu Rayhan Muhammad ibn Ahmad al-Biruni (973-1048 M).
Bernama lengkap Abu Rayhan Muhammad ibnu Ahmad al-Biruni, dilahirkan di Khwarazm (kini Uzbekiztan) pada 15 September 973. Ia berasal dari keluarga sederhana penganut Mazhab Ahlubait yang berasal dari negara Tajikistan di Asia Tengah, sebelah Barat Tiongkok. Ia juga dikenal sebagai intelektual dengan religiusitas tinggi.
Al-Biruni adalah figur ulama, ahli matematika, astronom, ahli fisika, cendekiawan, penulis ensiklopedia, ahli falsafah, ahli astrologi, pengembara, pakar sejarah, ahli farmasi dan guru yang banyak memberi kontribusi dalam bidang matematika, falsafah, medis, dan sains asal Persia. Abu Raihan Al-Biruni merupakan teman dari filsuf dan ahli obat-obatan Abu Ali Al-Hussain ibnu Abdallah Ibn Sina atau Ibnu Sina. Ia menulis banyak buku dalam bahasa Persia dan Arab. Tercatat lebih dari 180 judul buku telah ditulisnya.

(Tim Jurnalis FKIK UIN Malang)